Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Jadi Relawan, Pelajar Lamongan Bantu Pengguna Jalan Melintasi Banjir

Para pelajar saat menjadi relawan banjir untuk membantu pengguna jalan yang melintasi banjir, di Lamongan, Minggu (2/1/2021)

Lamongan (beritajatim.com) – Lantaran prihatin banyak pengguna jalan yang kendaraannya mogok akibat melintasi banjir, sejumlah pelajar di Kabupaten Lamongan tergerak hatinya untuk menjadi relawan bencana.

Aksi kemanusiaan dari pelajar itu dilakukan di titik terparah banjir yang merendam akses jalan utama, tepatnya di Jalan Deket-Glagah-Karangbinangun, Minggu (2/1/2021). Sejumlah pelajar yang diketahui berasal dari SMK 2 Glagah itu tampak terus bersiaga dan berjibaku di tengah banjir yang melanda demi menolong pengguna jalan yang kedapatan kendaraannya mogok akibat banjir.

Tak hanya itu, para relawan pelajar ini juga mengarahkan para pengguna jalan agar tak terperosok dan tercebur ke tambak maupun sungai yang letaknya bersebelahan dengan jalan. “Tak ada tanda batas maupun rambu bahaya yang terpasang. Kami mencoba mengarahkan pengguna jalan agar tak terperosok ke tambak maupun sungai, karena tak ada tanda pembatas maupun rambu bahaya yang terpasang,” ujar Kharisma, salah satu pelajar yang menjadi relawan banjir, Minggu (2/1/2022).

Selain mengancam kerusakan mesin kendaraan para pengguna jalan, menurut Kharisma, akses jalan yang terendam banjir tersebut juga dipenuhi lumut hingga menyebabkan jalanan menjadi licin. Apalagi, jalan di Desa Soko yang merupakan akses jalan utama dan tak ada jalur alternatif lain ini telah tergenang banjir setinggi 60 cm. Wajar, jika puluhan kendaraan kerap mengalami kerusakan mesin akibat nekat menerjang banjir.

Lalu, meski kondisi jalan poros kecamatan ini rawan mencelakai pengguna jalan, namun kata Kharisma, hingga saat ini belum ada penanganan khusus dari pemerintah setempat untuk mengatasi kerawanan tersebut. “Sampai saat ini belum ada dari pemerintah desa setempat maupun pemerintah daerah mas, ya kami berharap bisa cepat ditangani banjir ini,” keluh Kharisma.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai alasan dirinya menjadi relawan banjir, Kharisma menjawab, jika hal itu merupakan panggilan hati atas adanya banjir yang melanda kawasan setempat selama beberapa pekan ini. “Berawal dari rasa prihatin, banyak pengguna jalan yang mogok, apalagi yang membawa orang tua atau anak-anak. Karena itulah kami tergerak,” jawabnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh teman Kharisma yang berada di lokasi banjir. Menurutnya, tak ada paksaan atas apa yang mereka lakukan, dan murni karena kemanusiaan. “Inisiatif sendiri, nggak ada yang nyuruh, cuma kesadaran pribadi saja. Hari libur juga kan barang kali kegiatan ini bisa memberi manfaat,” ujar teman Kharisma yang enggan menyebut namanya.

Sementara itu, Khoiriyah, salah satu pengguna jalan mengaku, pihaknya cukup terbantu dengan aksi para pelajar. Berkat bantuan mereka, pengguna jalan lebih terhindar dari kecelakaan saat melintasi kawasan setempat. “Memang jalannya sangat licin, dan rawan mencelakai pengguna jalan, mereka membantu membawa barang bawaan, hingga mendorong motor yang mogok,” kata Khoiriyah. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar