Peristiwa

Jadi Korban PHK Sepihak, Buruh Pabrik Rokok Demo DPRD Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) – Buruh PT Sinar Magnit menggelar unjuk rasa damai, Rabu (11/11/2020) di Gedung DPRD Kabupaten Malang. Buruh pabrik rokok (PR) Gudang Sorgum ini, menuntut hak usai di PHK sepihak.

Mereka menuntut agar pihak perusahaan, memberikan pesangon dan sisa kekurangan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, aksi yang diperkirakan melibatkan sekitar 250 massa ini, dapat diredam dan diwakili sejumlah buruh.

Sekitar 15 orang sebagai perwakilan pengunjuk rasa akhirnya datang ke Kantor DPRD Kabupaten Malang untuk melakukan hearing.

Didampingi kuasa hukumnya, perwakilan pengunjuk rasa ini pun ditemui oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Mochammad Saiful Efendi dan Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo.

“Dalam mediasi tadi, kami (Disnaker) bersama Komisi IV yang membidangi ketenagakerjaan sudah memberikan beberapa masukan. Karena dari informasinya sendiri, PR Gudang Sorgum juga sedang proses pailit. Kami akan melakukan upaya percepatan,” ungkap Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo.

Mekanismenya, Disnaker menyarankan agar para buruh ini membuat pengaduan secara tertulis melalui kuasa hukumnya. Setelah itu akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Tentu kami juga ada upaya penyelesaian secara musyawarah. Mekanismenya ya dengan pengaduan tadi. Baru kita bisa melakukan pemanggilan pertama, kedua dan tahapan selanjutnya,” tegas Yoyok

Dari informasi yang dihimpun, ada sebanyak 480 karyawan PR Gudang Sorgum yang di PHK sepihak. Sementara itu, masa kerja ke 480 buruh tersebut variatif. Mulai dari 14 tahun hingga 34 tahun.

“Kalau dinominalkan, pesangon yang harusnya diterima oleh rekan-rekan buruh ini minimal bisa 50 sampai 60 juta. Itu pesangonnya. Untuk kekurangan THR itu kurang 35 persen. Atau kurang sekitar 1 jutaan,” terang kuasa hukum buruh PR Gudang Sorgum, Yiyesta Ndaru Abadi. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar