Peristiwa

Izin Tuntas, Proyek Pembangunan Underpass Gresik Dilanjutkan

Gresik (beritajatim.com) – Usai mengantongi izin administrasi dari pemerintah pusat, proyek pembangunan underpass di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik kembali dilanjutkan. Sesuai plann-nya proyek underpass itu ditargetkan bisa selesai di akhir tahun 2020.

Pantauan di lapangan, adanya proyek tersebut menyebabkan arus lalu lintas dialihkan melalui jalan di depan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Baik dari arah Terminal Bunder menuju Gresik Kota atau sebaliknya. Garis kuning hitam terpasang di persimpangan Randuagung, dan depan di depan halte bus UMG.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Gunawan Setijadi menuturkan, saat ini izin telah dikantongi. Baik dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Kementrian Perhubungan. Sebab, Jalan Wahidin Sudirohusodo merupakan jalan nasional.

“Izin sudah dibahas tim dari pusat. Tim dari Jakarta juga turut meneliti. Tidak hanya itu, tim dari Provinsi dan Kepolisian juga dilibatkan,” tuturnya, Minggu (6/09/2020).

Nantinya underpass itu, memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Underpass di cor, pengukuran sudah lengkap semua. Namun, pengerjaan dijadwalkan molor dari rencana semula karena terganjal izinnya.

“Karena sempat terhenti karena administrasi, pada minggu ketiga bulan Desember sudah selesai, tahun depan jalan di atas bisa dilalui lagi kendaraan,” ungkap Gunawan.

Meski dijadwalkan selesai di penghujung tahun 2020, ternyata pengerjaan underpass itu belum 100 persen tuntas. Pasalnya, DPUTR masih harus melengkapi bagian di samping kanan dan kiri proyek underpass senilai Rp 5 miliar itu.

“Kelengkapan akan dibangun lagi tahun 2021, nanti jadi semua total tahun depan. Kelengkapannya di sebelah kanan dan kiri dibangun tembok penahan biar terlihat rapi, terus jalan sudah ada di sebelah kiri, di sebelah kanan belum ada jalannya. Semua itu tahun 2021 selesai semua dan rapi semua,” ujar Gunawan.

Secara terpisah, Kasatlantas Polres Gresik, AKP Yanto Mulyanto mengatakan selama pengerjaan ada pengalihan arus kendaraan. Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah terminal Bunder menuju arah Gresik kota melalui jalan alternatif.

“Melalui Jalan Sumatera depan perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), melewati depan kampus UMG dan putar balik di bundaran GKB,” tuturnya.

Yanto menambahkan, untuk arah sebaliknya, juga melewati jalur alternatif tersebut. Namun, untuk kendaraan besar dari arah Surabaya langsung diarahkan menuju Jalan Mayjen Sungkono saat melintas di simpang empat Segoromadu Gresik. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar