Peristiwa

Izin Pembangunan Menara Telekomunikasi Belum Klir

Pondasi menara telekomunikasi yang sudah dibangun di Desa Ngrupit. [foto/Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Desa Ngrupit bersama Polsek dan TNI memediasi perusahaan pembangun menara telekomunikasi dengan warga yang menolak pembangunan menara tersebut. Pihak perusahaan melakukan klarifikasi terkait radiasi yang timbul akibat pembangunan itu.

“Mediasi dilakukan pada Jumat (14/3/2020) kemarin. Pihak perusahaan juga menjelaskan tidak perlu dikhawatirkan terkait bahaya radiasi yang sebelumnya menjadi alasan warga menolak,” kata Sulaiman, pemilik lahan pembangunan menara telekomunikasi di Desa Ngrupit, Sabtu (14/3/2020).

Terkait lahannya yang dijadikan tempat pembangunan menara telekomunikasi, Sulaiman menyebut bahwa perusahaan menilai tanah miliknya sesuai dengan koordinat jaringan yang diharapakan. “Katanya lahan saya pas untuk dibangun menara telekomunikasi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sapto Djatmiko mengungkapkan bahwa perusahaan yang membangun menara telekomunikasi di Desa Ngrupit itu belum klir perizinannya.

Sebab, kata Sapto, pihaknya belum menerima rekomendasi dari dinas-dinas terkait. Sehingga pihaknya belum mengeluarkan izin. Dia ambil contoh untuk izin lingkungan dikaji oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sedangkan untuk kesesuain tata ruang dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

“Harusnya perusahaan itu taat prosesur, menunggu rekomendasi atau izinya dulu keluar, baru membangun. Ini malah fondasinya sudah dibangun,” katanya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar