Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Isu Luhut Bisnis PCR, Gus Ubaid: Disinformasi dan Mendelegitimasi Keberhasilan Pemerintah

Tokoh muda NU Ubaidillah Amin (Gus Ubaid)

Surabaya (beritajatim.com) – Publik tanah air beberapa hari terakhir sedang mengalami disinformasi tentang isu bisnis PCR yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Keterkaitan tokoh Batak yang dikenal dekat dengan Almarhum Gus Dur itu menjadi ramai di publik. Namanya tercatat sebagai pemegang saham di salah satu perusahaan pada konsorsium perusahaan penyediaan tes PCR.

Sekalipun menurut sumber resmi bahwa saham Luhut dalam perusahaan tersebut adalah kecil dan kurang dari 10 persen, namun tuduhan keterlibatannya terus digaungkan oleh beberapa pihak.

Menanggapi isu tersebut, salah satu tokoh muda NU Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) memberikan pandangan dan tanggapan, terlebih isu itu diduga dilakukan sebagai upaya mendelegitimasi kepercayaan publik atas keberhasilan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Dia menjelaskan bahwa publik perlu mencermati isu yang disebarkan melalui kanal media sosial dengan penuh kecermatan dan hati-hati.

Dirinya menilai bahwa sejauh ini terkait dengan isu tersebut hanya sebatas dugaan yang dihubung-hubungkan dengan keterlibatan Luhut di salah satu perusahaan yang mensupport PT GSI

“Sejauh ini tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Pak Luhut berbisnis PCR. Yang ada adalah tuduhan yang dihubungkan dan dipaksakan dengan tujuan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Pak Luhut yang sukses dalam penanganan pandemi Covid-19 dan mendapatkan pujian dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dalam dunia bisnis tidak semua pemilik saham terlibat dalam keputusan manajemen perusahaan. Terlebih saham Luhut seperti yang diketahui publik bukanlah pemegang saham mayoritas.

Seperti informasi yang sedang ramai beredar bahwa mantan Direktur YLBHI, Agustinus Edy Kristianto menyebutkan ada perusahaan penyedia alat PCR yang di dalamnya ada Luhut sebagai pemegang saham dalam bisnis PCR. Perusahaan yang diduga melibatkan Luhut itu perusahaan Toba Bara Sejahtera (TBS).

“Keterlibatan itu hanya sangkaan kalau menurut saya, saham yang kecil dan kurang dari 10 persen pada PT TBS. Dan, sejauh ini tidak ada informasi tentang pembagian deviden saham, bahkan misi utamanya keterlibatan Pak Luhut disitu adalah tentang bagaimana menyediakan akses testing dan tracing untuk memitigasi sebaran Covid-19,” tambahnya.

Gus Ubaid kemudian meminta masyarakat untuk cermat dalam membaca isu yang sedang ramai itu.

“Saya pribadi, khususnya yang sering bergerak dalam ranah analis media sosial mencermati siapa yang sedang memainkan sentimen isu ini. Kritik itu penting, tapi membunuh karakter melalui framing isu dan diamplifikasi melalui media sosial adalah sesuatu yang jahat. Terlebih kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19 sejauh ini sangat baik dan presisi. Dan, itu ada peran besar Pak Luhut yang sedang mereka incar melalui isu ini,” pungkasnya. (tok/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar