Peristiwa

Isak Tangis Warnai Keberangkatan Ratusan Prajurit Yonif Para Raider 503

Para prajurit saat berpamitan dengan keluarga di Stasiun KA Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Isak tangis mewarnai keberangkatan ratusan personil Yonif Para Raider 503 yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) Replik Difaibel Batalyon 39B Konsko Kongo. Ratusan prajurit berangkat melalui Stasiun Kereta Api (KA) Mojokerto.

Mereka akan menuju Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Bogor sebelum ke Republik Demokratik Kongo. Mereka menjalankan misi perdamaian dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) selama satu tahun kedepan.

Tak ayal, moment tersebut menjadi waktu perpisahan ratusan prajurit dengan keluarga sehingga isak tangis pun terjadi. Sebelum KA Bangunkarta tiba, dimanfaatkan para prajurit untuk bercanda dengan keluarga. Tak lupa para prajurit menyempatkan berswafoto bersama keluarga tercinta.

Pemandangan menguras air mata terjadi saat salah satu prajurit memeluk erat istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Tetesan air mata dari salah satu istri prajurit tak terbendung saat menatap sang suami masuk di pintu keberangkatan Kereta Api Bangunkarta.

Saat kereta yang ditunggu datang, sejumlah prajurit tampak mencium tangan dari orang tua dan istri mereka sebelum masuk ke KA. Ada juga yang memberikan kecupan mesra di dahi istri para prajurit sambil menatap satu sama lain. Lambaian tangan pun mewarnai moment perpisahan yang mengurangi air mata tersebut.

Komandan Batalyon Yonif Para Raider 503, Mayor Inf Hadrianus Yossy Buana mengatakan, ada sebanyak 424 prajurit yang berangkat dari Mojokerto. “Para prajurit ini menuju PMPP TNI di Bogor untuk melakukan sebelum berangkat,” ungkapnya, Rabu (6/11/2019).

Danyon berharap, keluarga yang ditinggalkan bisa menjaga nama baik TNI serta menjaga nama baik Yonif Para Raider 503. Danyon juga memberikan pesan kepada para prajurit agar berangkat tugas dengan kehormatan pulang dari tugas dengan kebanggaan.

Sementara itu, Sicilia Wilbida suami dari Sersan Satu (Sertu) Yanuar Luis Anton mengaku, sudah ditinggal suaminya bertugas di luar negeri lebih dari dua kali. “Semoga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Semangat disana. Kami yang ditinggalkan tetap menjaga nama baik kesatuan TNI dan nama baik suami,” katanya.

Sicilia mengaku sedih ditinggal suami pergi untuk melaksanakan misi perdamaian dari PBB. Namun, ia sudah tahu resiko menjadi istri seorang prajurit sehingga ia harus merelakan suami pergi bertugas dan memberikan dukungan serta dorongan untuk suaminya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar