Peristiwa

Innalillah, Pengasuh Pesantren Banyuanyar Madura Wafat

Pamekasan (beritajatim.com) – Kabar duka kembali menyelimuti kabupaten Pamekasan, di mana salah satu tokoh penting dan ulama kharismatik, KH Mohammad Syamsul Arifin berpulang ke haribaan ilahi, Kamis (1/7/2021).

Sosok ulama yang dikenal dengan sikap hilim dan wara’, merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, sekaligus dikenal dengan sosok penyabar dan sangat istiqamah. Ia mengasuh pesantren yang terletak di Desa Potoan Dhaja, Palengaan, Pamekasan, sejak 1980 silam.

“Innalillahi, KH Mohammad Syamsul Arifin Banyuanyar,” kata salah satu alumni Pesantren Banyuanyar, sekaligus menjabat sebagai Ketua DPRD Pamekasan, yang merasa kehilangan atas kepergian sosok yang sangat dikaguminya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan himbauan berdasar pesan dari keluarga almarhum agar tidak memposting sosok Kiai Syamsul ke berbagai jejaring media sosial (medsos). “Tidak diperkenankan memasang foto atau video Syaihona KH Mohammad Syamsul Arifin di medsos apapun,” imbaunya.

KH Mohammad Syamsul Arifin merupakan pengasuh Ke-7 Pesantren Banyuanyar, khususnya dalam meneruskan tongkat estafet kepemimpinan pesantren sebelumnya, sekaligus menggantikan KH Abd Hamid Baqir (1966 hingga 1980).

Berdasar catatan yang dihimpun beritajatim.com, Pesantren Banyuanyar pertama kali diasuh Kiai Ishaq Bin Hasan Bin Abd Rahman (sekitar 1787), dilanjutkan KH Istbat Bin Ishaq (1817 hingga 1868), KH Abd Hamid Bin Itsbat (1968 hingga 1933), KH Abd Majid Bin KH Abd Hamid (1933 hingga 1943), serta KH Baidhowi (1943 hingga 1966). [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar