Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ini yang Harus Diwaspadai Petani di Probolinggo Pada Puncak Musim Penghujan

Probolinggo (beritajatim.com) – Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Februari mendatang. Sehingga, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo meminta para petani untuk waspada, pasalnya pada puncak musim hujan nanti lahan pertanian rentan rusak.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani pada DKPP setempat Arif Kurniadi, ia menyebutkan, berdasarkan data dari BMKG bahwa puncak musim hujan akan ada pada bulan Februari mendatang, sehingga perlu adanya kewaspadaan lebih dari para petani.

“Sebenarnya yang perlu diwaspadai itu tidak hanya saat puncak musim hujan, namun saat hujan mulai mengguyur, Sebab serangan OPT (Organisme Penggangu Tanaman) biasanya mulai terjadi, dan lahan pertanian yang rentan memang ada di puncak musim hujan, dapat menyebabkan kerusakan akibat bencana,” sebutnya.

Meski begitu sajauh ini, pihaknya masih belum mendapatkan laporan adanya serangan OPT di lahan pertanian milik petani. “Belum ada, namun saat puncak itu bencana yang sulit dihindari, sebab untuk diantisipasi memang sulit berbeda dengan serangan OPT,” katanya.

Arif juga menyebutkan jika serangan OPT saat musim hujan sangat rentan dialami oleh wilayah yang melakukan penanaman padi. “Rata-rata saat musim hujan memang petani kita banyak yang menanam padi, sehingga serangan banyak ke lahan padi,” ucapnya.

Arif mengatakan pada saat musim hujan, serangan OPT biasanya ada pada jenis tikus dan wereng coklat, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah pestisida. “Jika nanti ada serangan OPT kami sudah siap, misal pestisida dan obat-obatan lain,” pungkasnya. (tr/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar