Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ini Upaya yang Harus Dilakukan Untuk Jaga Kelestarian Penyu Pacitan

Kawasan Pantai Pancer Door Pacitan yang cukup banyak sampah selama penutupan aktivitas wisata. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Pacitan (beritajatim.com) – Bukan hanya predator alami ataupun non alami, tapi juga termasuk  pencemaran yang mengancam kelestarian penyu. Salah satunya limbah tambak yang masih dibuang ke laut. Padahal, hal tersebut membuat biota laut tak bisa bertahan.

‘’Kawasan pesisir Pacitan kan masih ada pengusaha tambak. Tidak semuanya, tapi masih ada pengusaha tambak yang memilih untuk membuangnya langsung ke laut. Selain menganggu habitat, juga berbahaya,’’ ungkap Sabbas, anggota komunitas Sabahat Penyu.

Adanya lampu rumpon juga membuat penyu tak mau singgah ke pantai. Menurutnya, kini banyak lampu rumpon di kawasan Pacitan. Padahal, banyak habitat penyu yang ada di sepanjang pesisir.

‘’Cahaya harus direduksi. Penyu kan menyukai tempat yang alami. Jika terlaku terang, jelas secara neluriah mereka tidak mau mendarat ke pantai, meski pantainya bersih sekalipun,’’ terangnya.

Juga, sampah – sampah plastik yang berbahaya bagi penyu. Tidak hanya menjerat penyu tapi juga berbahaya jika penyu salah mengira kalau plastik adalah makanannya. Penyu bisa mati.

‘’Nah kalau sampah kan sudah ada imbauan khusus. Terutama di kawasan wisata. Baik pengelola pariwisata hingga, wisatawan sendiri juga harus memiliki concern yang sama,’’ terang Sabbas. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar