Peristiwa

Ini Titik Potensi Bencana Alam di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mulai melakukan pemetaan berbagai potensi bencana alam di masa pancaroba. Khususnya memasuki musim penghujan pada tahun ini.

Bahkan pemetaan potensi bencana tersebut, terdapat hampir di seluruh kecamatan di kabupaten Pamekasan. Mulai dari bencana angin kencang maupun puting beliung, bencana longsor hingga bencana banjir atau luapan air akibat intensitas hujan.

“Memasuki masa transisi musim dari kemarau ke penghujan tahun ini, kami sudah melakukan berbagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan terhadap berbagai bencana di Pamekasan,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus kepada beritajatim.com, Minggu (1/11/2020).

Dari berbagai langkah tersebut, di antaranya proses pengajuan SK Bupati Pamekasan tentang siaga darurat bencana alam sebagai dasar operasional di lapangan, rakor kesiap siagaan antar instansi terkait, hingga proses sosialisasi dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat.

“Terlepas dari berbagai langkah itu, kami juga mulai melakukan pemetaan potensi bencana alam di musim penghujan. Seperti angin kencang, banjir atau genangan air, serta bencana alam berupa longsor,” ungkap Pak Akmalul (sapaan akrab Akmalul Firdaus).

Untuk potensi bencana angin kencang diprediksi terjadi di empat kecamatan berbeda di Pamekasan, meliputi Kadur, Larangan, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan. “Empat kecamatan ini sangat potensial terjadi bencana angin kencang seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

“Sementara untuk potensi bencana longsor tersebar di berbagai titik di wilayah pantura, seperti Batumarmar, Kadur, Pagantenan, Palengaan dan Waru. Sementara untuk bencana genangan atau banjir di wilayah selatan, seperti kecamatan Pademawu dan Pamekasan (Kota),” imbuhnya.

Dari itu pihaknya mengajak sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana. “Mari bersama tingkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bencana, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah yang berpotensi bencana,” ajaknya.

“Tidak kalah penting jika nantinya terjadi bencana alam, segera hubungi aparat pemerintah terdekat atau langsung kepada BPPD Pamekasan. Sehingga kami juga bisa segera melakukan berbagai upaya maupun langkah kedaruratan,” pungkasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar