Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ini Titik Banjir di Pamekasan

Sejumlah personil gabungan bersama warga membantu melakukan evakuasi warga terdampak banjir yang sedang sakit di tengah kepungan banjir, Selasa (1/3/2022). [Gambar: PMI Pamekasan]

Pamekasan (beritajatim.com) – Sedikitnya terdapat 17 desa dan kelurahan di empat kecamatan berbeda di kabupaten Pamekasan, menjadi titik banjir akibat intensitas hujan yang terjadi sejak dini hari, Selasa (1/3/2022).

Keempat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Pademawu, Palengaan, Pamekasan (Kota), dan Kecamatan Proppo. Bahkan kondisi tersebut juga membuat warga terdampak harus dievakuasi ke titik aman yang dipusatkan di Pendopo Budaya, Jl Jokotole.

Berdasar informasi yang diterima beritajatim.com, banjir di kecamatan Pademawu terjadi dua desa berbeda, yakni di Desa Buddagan dengan total warga terdampak sekitar 2.600 jiwa, serta di Desa Lemper dengan jumlah warga terdampak sekitar 750 jiwa.

Kondisi serupa juga terjadi di tiga desa berbeda di Kecamatan Palengaan, meliputi Desa Kacok, Desa Palengaan Dhaja, serta Desa Rombuh. Fenomena banjir di titik tersebut terjadi sekitar pukul 8:30 WIB dan akhirnya menyebar ke wilayah selatan di Pamekasan.

Titik terparah terjadi di Kecamatan Pamekasan, meliputi 7 kelurahan berbeda, yakni Barurambat Kota, Barurambat Timur, Gladak Anyar, Jungcancang, Kanginan, Parteker dan Patemon. Sedangkan dua titik lainnya di dua desa berbeda, yakni Desa Laden dan Desa Nyalabuh Laok.

Bahkan total warga terdampak banjir di Kecamatan Pamekasan, mencapai angka ribuan jiwa. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, ditambah dengan kesiap siagaan sejumlah personil dalam melakukan berbagai upaya evakuasi warga terdampak.

Sedangkan di kecamatan Proppo, terjadi di dua desa berbeda, yakni di Desa Kodik dan Desa Samiran, dengan total warga terdampak sekitar 115 Kepala Keluarga (KK). [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar