Peristiwa

Ini Syarat Warga Zona Merah yang Ingin Masuk Jember Tanpa Digelangi

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menetapkan semua warga pendatang dari zona merah diberi gelang warna kuning dan merah sebagai penanda status orang dalam risiko (ODR) dan orang dalam pemantauan (ODP). Namun ternyata ada juga warga pendatang yang masuk ke Jember tanpa diberi gelang.

Hal ini dikatakan Camat Silo Nunung Agus Andriyan, Sabtu (11/4/2020). “Jadi begini: kalau di banner itu kan Ibu (Bupati mengatakan): kembali putar arah dari zona merah atau ke JSG. Kan semua (yang datang) dari zona merah harus digelangi kuning,” katanya.

“Tapi kadang ada yang dari zona merah hanya satu jam dua jam di Jember, digelangi kuning tidak mau karena mau ambil barang, jemput anak, dan sebagainya,” kata Nunung. Mereka akhirnya menitipkan KTP ke petugas pos Satuan Tugas Covid-19 di perbatasan. Ada lima pos yang tersebar di lima kecamatan yang berbatasan dengan Banyuwangi, Bondowos, dan Lumajang.

Nunung mengatakan keputusan menitipkan KTP di pos itu sebagai ‘win-win solution’. “Mereka dua tiga jam di Jember (lalu) balik (ke kota asal). Tidak ada masalah. Kalau kami (bersikap) kaku, kan mereka harus digelangi warna kuning, karena mereka dari zona merah, Banyuwangi dan Bali,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar