Peristiwa

Ini Sikap JIAD Jatim Soal Larangan Pemakaian Atribut Natal

Salah satu pernak-pernik natal di MOG Malang.

Jombang (beritajatim.com) – Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) sangat prihatin dengan beredarnya surat imbauan yang berisi ajakan agar pemilik tenant di MOG Malang untuk tidak memasang atribut Natal menjelang Desember. Surat tersebut, terlepas dari apapun motifnya, sangat tidak sensitif terhadap kehidupan keberagaman yang selama ini tumbuh subur di Malang.

“JIAD menduga ada ketakutan yang luar biasa dari pemilik mall sehingga surat tersebut terpaksa dikeluarkan. Ketakutan itu sangat mungkin dari datang dari kekuatiran adanya sweeping dari kelompok-kelompok intoleran yang memang kerap melakukan aksinya menjelang Natal,” kata Kordinator JIAD Jatim Aan Anshori dalam siaran persnya, Selasa (26/11/2019).

Itu sebabnya, JIAD mendukung kepolisian Malang untuk memberikan komitmen perlindungan terhadap implementasi toleransi, termasuk menjamin tidak adanya aksi sweeping atribut Natal di seluruh wilayah hukum Kota Malang. Natal di Malang dan wilayah lain tidak hanya harus kondusif, namun juga momentum untuk merayakan toleransi, khususnya Islam dan Kristenn/Katolik.

Kedua, JIAD mendukung pengelola mall untuk mencabut surat tersebut dan jika perlu meminta perlindungan polisi dari upaya aksi intoleransi dari pihak manapun. Pencabutan surat tersebut adalah tindakan Pancasilais dan dilindungi undang-undang.

“Ketiga, mengajak seluruh komponen masyarakat dan pemerintah Kota Malang untuk senantiasa merawat Bhinneka Tunggal Ika, salah satunya dengan cara mengedepankan prinsip Islam rahmatan lil alamin, yakni model keberislaman yang melindungi keragaman agama/keyakinan yang ada,” pungkas Aan. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar