Peristiwa

Ini Program Polri Peduli Keselamatan di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan menjalin kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan BRI Cabang setempat, dalam rangka mewujudkan program ‘Polri Peduli Keselamatan’ di Gedung Bhayangkara di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Kamis (16/4/2020).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari anjuran pemerintah, pasca adanya penyebaran wabah virus corona yang mengharuskan masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah. Serta mengakibatkan banyaknya pegawai yang di-PHK, melambungnya harga bahan pokok hingga berkurangnya pendapatan pengemudi transportasi umum dan lainnya.

“Program Peduli Keselamatan ini digelar dalam rangka meringankan beban masyarakat menyusul menyebarnya wabah Covid-19, khususnya bagi para pengemudi atau sopir angkutan umum maupun pengemudi ojek pangkalan,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari.

Melalui program tersebut, pihaknya juga akan memberikan bantuan bagi para sopir angkutan umum. Seperti sopir angkutan umum, sopir bus, kernet, sopir taksi konvensional, sopir truk, sopir travel, sopir angkutan kota, serta pengemudi ojek pangkalan.

“Mereka nantinya akan mendapatkan bantuan sosial selama tiga bulan kedepan, guna membantu perekonomian mereka akibat wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya di Pamekasan. Mereka nantinya akan diberikan bansos bekerjasama dengan BRI sebesar Rp 600ribu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, program tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia khususnya di Jawa Timur, melalui tiga tahapan berbeda. “Pelatihan tahap pertama dimulai sejak 15 April hingga 15 Mei 2020, materi pelatihan pertama pencegahan Covid-19 dan materi PSBB,” jelasnya.

“Sedangkan pelatihan tahap kedua dimulai tanggal 16 Mei hingga 16 Juni 2020, materi Safety Riding dan Safety Driving. Sementara materi tahap tiga yaitu etika berlalu lintas yang akan digelar pada 17 Juni hingga 17 Juli 2020 mendatang. Lokasi pelatihan dipusatkan di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pelatihan tersebut nantinya akan disiapkan kuota sebanyak 589 orang dengan tetap menerapkan physical distancing. “Dalam sehari, penyampaian materi bisa dilakukan satu hingga tiga sesi berbeda, durasi waktu kurang lebih 45′ menit. Namun sebelum mengikuti pelatihan, peserta diwajibkan membawa KTP dan melakukan administrasi, pasca pelatihan mereka akan mendapatkan buku tabungan beserta kartu ATM (BRI),” sambung Djoko.

“Sebagai bagian dari pemerintah Republik Indonesia, Polri khususnya Polres Pamekasan juga berupaya untuk mencegah penularan dan penyebaran wabah Covid-19 agar tidak semakin meluas. Dari itu kami meminta kepada masyarakat Pamekasan untuk tetap waspada dan bekerja sama mencegah penyebaran virus corona ini, salah satunya dengan menjauhi kerumunan,” pungkasnya.

Berdasar update terakhir peta sebaran Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak lima orang di Pamekasan dinyatakan positif terinfeksi wabah virus corona. Dari lima orang tersebut, keempatnya tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, sementara satu pasien lainnya meninggal dunia, beberapa waktu lalu.

Berdasar peta sebaran sebaran wabah Covid-19 Pamekasan, terdata empat dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan masuk status merah penyebaran wabah virus corona. Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Galis, Larangan, Pademawu dan Proppo.

Sementara untuk status Orang Dalam Resiko (ODR) terdata sebanyak 3.337 warga yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Sedangkan warga dengan status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 101 orang, serta dua orang sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sudah dinyatakan negatif Covid-19. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar