Peristiwa

Ini Pesan Terakhir Sephia Mahasiswi Cantik STIKI Malang Sebelum Tenggelam

IMG-20190724-WA0008
Foto korban Sehia Virgin

Malang (beritajatim.com)– Suasana duka terlihat di rumah Sephia Virgin Pradila (20) di Jalan Ciliwung Malang. Para petakziah terlihat berduka dengan kepergian Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) di Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang.

Sejumlah kerabat dan keluarga terlihat menundukkan kepala dan menitikkan air mata setelah jenazah korban telah ditemukan oleh petugas disekitaran bibir Pantai Wonogoro, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Selasa (23/7/2019) malam.

Di rumah duka terlihat begitu banyak para peziarah yang datang untuk berbelasungkawa.

Mulai dari tetangga terdekat, teman-teman korban semasa Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, para guru di sekolahannya dulu, perwakilan dari dosen STIKI, dan juga kerabat dekat korban dari luar Malang.

Mahasiswi semester 3 ini terlahir di Malang pada tanggal 14 september 1999, dia mulai sejak kecil hingga tumbuh dewasa tinggal bersama orang tuanya di Jalan Ciliwung, Kota Malang.

Terlahir dari pasangan Adi Setiawan dan Lia afriyati, Sephia mempunyai 2 orang adik yang masih duduk dibangku kelas 6 dan 3 Sekolah Dasar (SD). Sephia seperti anak biasa lainnya, menempuh pendidikan dijenjang SD, SMP, SMK dan berlanjut ke perguruan tinggi di STIKI.

Menurut Dian, bibi dari korban berkata, jika semasa hidupnya, Sephia dikenal sosok yang baik, dan mempunyai sifat yang dewasa.

“Semasa hidupnya anaknya itu baik, dan kalau berhadapan dengan orang lain, dia seperti terlihat dewasa, bisa tau cara menyikapi ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua darinya, karena ga semua orang bisa seperti itu” ucapnya kepada beritajatim.com, Rabu (24/7/2019).

Ia juga menambahkan, pada hari rabu lusa pada tanggal 17 Juli 2019) korban pernah berkata jika ingin membuat usaha kecil-kecilan berupa Tote Bag bersama sepupunya.

“Rabu lusa kemarin tu mas, dia bilang ke saya kalau mau bikin usaha Tote Bag sama sepupunya, jadi rencana dia saya yang disuruh cari kainnya, dan nanti dia yang akan membuat gambarnya, kan dia pinter banget gambar toh mas” imbuhnya.

Selain itu, ia juga bercerita tentang kronologi kejadian hilangnya korban, jika korban berangkat ke pantai bersama 8 temannya, 6 laki-laki dan 3 perempuan, berangkat dari Kota Malang sekitar pukul 13:30 dan sampai pada lokasi sekitar pukul 15:30 WIB.

Pada pukul 17:00 WIB, korban bersama teman-temannya mau berswafoto alias selfie di sekitar tebing pantai tersebut.

Pada saat itu, ketujuh temannya sudah berada di ujung tebing, dan korban berkeinginan untuk menyusulnya, namun na’as di tengah perjalanan, tiba-tiba ada ombak besar datang, dan langsung menyeret korban ke air.

Setelah jenazah ditemukan pada hari Selasa (23/7/2019) kemudian langsung dibawa ke rumah sakit Saiful Anwar, dan datang di kediaman korban sekitar pukul 22:00 WIB.[ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar