Peristiwa

Ini Pesan Terakhir Herfina Sebelum Dibunuh di Jurang Sampung

Herfina Rama Sari (19) (Foto semasa hidup), dan makamnya di tempat pemakaman umum (TPU) Asem Buntung di jalan MT. Haryono Kelurahan Jingglong Ponorogo, Kamis (29/7/2019)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepergian untuk selama-lamanya Herfina Rahma Sari, wanita yang dibuang di jurang Sampung Ponorogo meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetangga dan teman-temannya.

Tak terkecuali dengan Hadi Siswanto (58) tetangga Herfina di jalan Kalimantan  lingkungan Nurmanan Kelurahan  Mangkujayan Ponorogo. Dia masih belum percaya, jika pada Senin (22/7/2019) sore lalu, saat Almarhumah makan bakso dengan Alya, anak kedua Hadi Siswanto di rumahnya menjadi pertemuan terakhir dengan Ama, nama panggilan Herfina Rahma Sari.

”Ama sudah kami anggap sebagai anak sendiri, hampir setiap hari ke rumah bermain sama anak-anak,” kata Hadi Siswanto saat ditemui beritajatim.com di rumahnya, Kamis (25/7/2019).

Remaja yang pada bulan Maret lalu genap berusia 19 tahun tersebut, menurut Siswanto anaknya ceria dan akrab. Ama pernah bercerita kepada istrinya Tri Antini (43) ingin berkuliah ke Madiun pilih jurusan tata rias. Namun karena terkendala biaya, almarhum selepas lulus SMK berkeinginan untuk langsung kerja.

”Kata istri, Ama pernah bilang mau kerja, soal nikah nanti dulu, mau bantu orangtua,” katanya.

Almarhumah Ama sangat dekat dengan keluarganya. Namun meski dekat, Hadi menyebut Ama pandai menutup rapat masalah pribadinya. Jadi saat keluarganya mengajak Ama liburan ke Jogja pada Rabu (10/7/2019) lalu, Ama tidak terlihat ada masalah.

”Ternyata dibalik keceriaannya bermain dengan anak-anak kami, Ama menyimpan masalah yang besar,” katanya.

Almarhum ah Herfina Rahma Sari dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Asem Buntung di jalan MT. Haryono Kelurahan Jingglong Ponorogo. Terlihat keluarga, tetangga, teman-teman sekolahnya dulu terlihat mengantarkan Almarhummah ke peristirahatan terakhirnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar