Peristiwa

Ini Peran Masing-masing Pelaku Spesialis Pembobol ATM

Suasana penangkapan para pelaku oleh tim resmob Polres Ponorogo di Jombang. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kawanan pelaku spesialis pembobol ATM yang ditangkap oleh satreskrim Polres Ponorogo ternyata sudah beraksi di beberapa tempat di Pulau Jawa.

Menurut keterangan dari para pelaku, sedikitnya ada 5 tempat mereka melancarkan aksi tipu-tipu tersebut. Yakni di Bogor, Brebes, Solo, Kendal dan Ponorogo.

“Saat mau beraksi di Jombang, tim resmob sudah dulu menangkap para pelaku ini,” kata KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi, Senin (25/1/2021).

Para pelaku ini berinisial N, As, G dan A. Mereka memiliki peran masing-masing dalam beraksi di Ponorogo. Yakni di salah satu ATM bank milik BUMN yang berada di depan SPBU Kecamatan Jetis.

Rosyid menyebut jika pelaku As merupakan otak dibalik aksi penipuan di mesin ATM itu. Dia yang bertugas memasang alat untuk mengganjal di mesin ATM tersebut. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mengganjal di mesin tempat kartu ATM masuk tersebut.

“Ada besi, senar dan tang untuk memasang pengganjal, As jugalah yang menempelkan nomor call cet palsu di mesin ATM tersebut,” katanya.

Pelaku lain, yakni inisial G bertugas sebagai sopir, N yang mengawasi keadaan disekitar  mesin ATM. Sementara pelaku A berperan orang yang memberitahu korban untuk menghubungi nomor call center palsu yanag sebelumnya sudah dipasang. Dialah yang juga mengambil uang dari kartu ATM milik korban.

“Jadi para pelaku ini mempunyai peran masing-masing dalam beraksi mengelabuhi korbannya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim resmob Polres Ponorogo berhasil meringkus 4 pelaku yang pernah beraksi di salah satu ATM bank milik BUMN di depan SPBU yang berada di Kecamatan Jetis. Pelaku masing-masing berinisial N, AS, G dan A.  Mereka berasal dari Lampung dan Brebes.

“Kami menangkap kawanan spesialis pembobol ATM ini, di salah satu SPBU di Jombang,” kata KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi.

Di Ponorogo, kata Rosyid kawanan ini beraksi pada tanggal 26 Desember 2020. Modus yang digunakan yakni dengan mengganjal tempat masuk kartu ATM tersebut. Selain itu juga memasang stiker yang berisi nomor  call center yang dihubungi jika terjadi gangguan.

“Jadi korban  tidak bisa mengambil kartu ATM-nya, karena sudah diganjal sebelumnya,” katanya.

Para pelaku lain pun berdatangan seolah-olah mengambil uang dan memberi bantuan kepada korban. Dengan menyarankan korban untuk menelpon nomor call center yang tertera di mesin tersebut. Korban pun menuruti, dan dalam percakapan telepon itu, korban memberitahukan nomor pin kartu ATM yang seolah-olah tertelan tersebut.

“Call center itu yang mengangkat ya pelaku lainnya, juga ada di sekitar TKP,” katanya.

Usai korban menelepon call center dan meninggalkan mesin ATM, kawanan pelaku itu kemudian mengambil kartu debit milik korban yang masih di dalam mesin ATM tersebut. Berbekal nomor pin dan Kartu debit korban, kawanan pelaku menguras uang yang ada di kartu itu.

“Total ada Rp 25 juta yang dikuras pelaku. Sebanyak Rp 10 juta ditarik secara tunai dan sisanya ditransfer ke rekening salah satu pelaku,” pungkasnya.(end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar