Peristiwa

Ini Penyebab Ribuan Warga Dampit Demo Polres Malang

Malang (beritajatim.com) – Usai berorasi di Mako Polres Malang, ribuan pengunjuk rasa dari Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, bergeser di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kepanjen, Selasa (26/2/2019) siang.

Sampai pukul 12.26 wib, perwakilan demonstran masih berunding dengan jajaran Satreskrim Polres Malang di Aula Kantor Kejaksaan. Uniknya, perwakilan pendemo justru ditemui Polisi di Kantor Kejaksaan. Bukan di Mako Polres Malang.

Sementara Kajari dan bawahanya, meninggalkan pertemuan dengan pendemo dan penyidik Satreskrim usai menemui awak media. “Ini kan masih ditingkat penyidikan Kepolisian. Bukan kita. Berkas terakhir kami terima Jumat kemarin. Dimana penyidiknya kepolisian. Kewenanganya ada di sana (kepolisian),” terang Kajari Kabupaten Malang, Abdul Qohar.

Pendemo datangi Kejaksaan untuk menanyakan permasalahan Prona. “Berkas tahap satu sudah dibawah kesini, tapi kita teliti ternyata belum lengkap. Yang belum lengkap unsur memaksa seseorang memberilan sesuatu. Membayar atau menerima pembayaran dengan potongan. Kedua, unsur dengan maksud menguntungkan diri sendirinya. Ini lapornya kan ke penyidik 2017, silahkan tanya penyidik kepolisian,” beber Qohar.

Hingga berita ini diunggah, pendemo masih bertahan di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

Kata Prawitno, salah satu pendemo, pihaknya menuntut pihak kejaksaan untuk mengusut tuntas tentang dugaan kasus Pungli kepengurusan Prona.

“Kami menuntut perkara pungli Prona di Desa kami diproses tuntas. Karena untuk kepengurusan Prona pemohon ditarik biaya yang bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 10 juta, tergantung luasan lahan,” terangnya.

Prawitno melanjutkan, saat itu, pemohon yang berjumlah 846 orang dimintai biaya tambahan yang jumlahnya bervariasi oleh Kades dengan alasan untuk mempercepat administrasi kepengurusan Prona.

“Kami minta, panitia dan pejabat desa harus tanggung jawab dan diperiksa,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit IV Tipikor Polres Malang Iptu Sutiyo yang sempat dicari pendemo agar keluar dari Mako Polres Malang menjelaskan, proses hukum terhadap dugaan praktik pungli yang dilakukan oleh Kades Srimulyo bersama beberapa perangkatnya sudah dilaksanakan.

“Kami telah menetapkan enam tersangka dan berkas perkara sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar