Peristiwa

Ini Penyebab Mengeringnya Sumur Warga di Mojokerto

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto langsung turun ke Desa Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Hasilnya, keringnya sumur warga dikarenakan banyaknya warga membuat sumur bor di sawah desa setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, setelah mengetahui adanya pemberitahuan terkait warga Desa Kepuhanyar yang mengeluhkan sumur warga kering, tim mitigasi berangkat ke lokasi. “Kemarin sore langsung turun ke lapangan,” ungkapnya, Jumat (1/11/2019).

Masih kata Zaini, Kondisi sumur sebagian warga dan sumber mata air di Dusun Sukorejo, Desa Kepuharum saat ini mulai berkurang dikarenakan kemarau panjang. Sehingga, sebagian warga membuat sumur bor untuk mengairi area persawahan yang ditanami tanaman jagung.

“Ada 28 sumur bor yang dibuat warga sehingga berakibat debit air yang ada di sumur warga berkurang, karena banyak digunakan di sumur-sumur bor. Sehingga disimpulkan berkurangnya debit air di sumur warga bukan karena kekeringan tapi karena air terbagi-bagi ke sumur bor yang digunakan untuk pengairan sawah,” katanya.

Akibatnya, kurang lebih 350 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 700 sampai 800 jiwa warga Dusun Sukorejo, Desa Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Zaini mengatakan, jika di sekitar lokasi masih ditemukan sumber air maka bisa dikatakan belum masuk kategori kekeringan.

“Kasus di Kepuharum itu krisis air karena di sekitar lokasi masih ditemukan sumber air dan warga untuk mencari sumber air tersebut tidak terlalu jauh. Dikatakan kekeringan, jika warga mengambil air minimal dengan jarak 3 KM maka masuk kategori kekeringan,” jelasnya.

Pemkab Mojokerto menyatakan, ada tiga kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang ini. Setidaknya ada enam desa di tiga kecamatan tersebut mengalami kekurangan air bersih. Ada empat desa di Kecamatan Ngoro, satu desa di Trawas dan satu desa di Dawarblandong.

Empat desa di Kecamatan Ngoro yakni Desa Kunjorowesi, Manduromanggunggajah, Kutogirang dan Wotanmas Jedong. Satu Desa di Kecamatan Trawas yakni Duyung dan satu desa di Kecamatan Dawarblandong yakni Simongagrok. Pemkab Mojokerto melalui keputusan Bupati Mojokerto sudah menyatakan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sejak bulan Juni lalu. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar