Peristiwa

Ini Penyebab Banjir di Tempuran Mojokerto

Kondisi Sungai Avur Jombok Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir merendam ratusan rumah warga di dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sejak, Jumat (1/1/2021) pekan lalu. Banjir tahunan kali ini dipicu oleh pengerjaan tanggul sungai yang belum terselesaikan hingga tersumbat sampah.

Kepala Desa (Kades) Tempuran, Slamet mengatakan, Sungai Avur Jombok dan Sungai Watudakon dari wilayah Jombang meluap sehingga menyebabkan banjir. “Selain itu, penyebab banjir kali ini juga dipicu oleh masih adanya pengerjaan tanggul sungai yang belum terselesaikan,” ungkapnya, Selasa (5/1/2021).

Tanggul yang belum selesai di cor ada di selatan Jembatan Bekucuk kurang lebih sekitar 1 KM. Ditambah banyaknya tumpukan sampah di bawah Jembatan Prabon, lanjut Kades, juga menghambat aliran sungai. Sementara hujan yang menguyur beberapa hari yang lalu membuat debit air sungai meningkat.

“Jadi kalau sampah ini tidak diangkat, air yang mau mengalir ke sungai jadi sulit. Kalau aliran sungainya lancar, genangan di permukiman bisa mengalir ke sungai. Langkah jangka pendek ya dengan melakukan pengangkatan sampah dibawah Jembatan Prabon sebelum DAM Sipon,” katanya.

Sementara itu, Camat Sooko, Maslucman mengatakan, pihaknya sudah berupaya menanggulangi bencana banjir di kawasan Dusun Bekucuk, Desa Tempuran yang disebabkan luapan Sungai Avur Jombok tersebut. “Ada pembersihan tanggul di Jembatan Prabon dan masih berlangsung,” ujarnya.

Namun yang menjadi kendala sekarang adalah, lanjut Camat, sampah yang ada di sungai. Baik sampah rumah tangga, maupun sampah yang berasal dari tanaman eceng gondok. Jika pembersihan Sungai Avur Jombok tidak dilakukan secara periodik maka kawasan Desa Tempuran akan tetap terendam banjir.

“Selain normalisasi, pembersihan sampah di sungai secara periodik mutlak diperlukan untuk menjaga aliran sungai DAM Sipon Pageruyung. Aliran DAM Sipon tersumbat gara-gara dipicu sampah rumah tangga, ranting pohon dan sampah tanaman eceng gondok yang menumpuk terbawa arus sungai,” jelasnya.

Menurutnya, yang mempunyai kewenangan untuk membersihkan adalah Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS). Menurutnya, pemerintah daerah kini masih berupaya untuk berkoordinasi bersama dinas terkait pemeliharaan sungai. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar