Peristiwa

Ini Pengakuan Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Pelajar di Ponorogo

Petugas Satlantas Polres Ponorogo mengamankan barang bukti pick up yang terlibat laka lantas. (Foto/Satlantas Polres Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaku kasus tabrak lari di Desa Demangan Kecamatan Siman pada Senin (1/2) sudah menyerahkan diri. Pelaku bernama Debi Mahardika Arisandi (32), warga Desa Kerjo Kecamatan Karangan Trenggalek. Debi menyerahkan diri ke Polres Ponorogo dengan diantar oleh orangtuanya.

“Pelaku menyerahkan diri pada kemarin (2/2) siang, diantar orangtuanya,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Imammudin, Rabu (3/2/2021).

Di hadapan petugas, pelaku mengaku sempat berhenti setelah kecelakaan terjadi. Dia turun dan juga ikut meminggirkan korban yang tergeletak di tengah jalan bersama warga sekitar. Warga menginginkan pick up pelaku untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, karena pelaku ketakutan, dia malah masuk pikap (pick up) dan terus jalan menjauh meninggalkan tempat kejadian.

“Jadi pelaku juga sempat berhenti dan bersama warga, pelaku juga membantu korban. Tetapi setelah itu ternyata pelaku kabur, mungkin ya takut dimassa,” katanya.

Meskipun begitu, petugas akan tetap memproses pelaku ke jalur hukum. Pelaku dan barang bukti sat unit pick up sudah diamankan. Saat ini kepolisian juga menggali keterangan saksi -saksi.

“Pengungkapan kasus tabrak lari ini, mulanya berbekal rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan informasi warga yang mengetahui nomor polisi mobil pelaku,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Satlantas Polres Ponorogo akhirnya berhasil mengungkap kasus laka lantas tabrak lari yang terjadi di depan karaoke HBI masuk Desa Demangan Kecamatan Siman Ponorogo pada Senin (1/2) malam. Petugas berhasil mengamankan pengemudi pick up yang terlibat laka tersebut.

“Kami sudah mengamankan pelaku tabrak lari, pengemudi pick up yang terlibat laka lantas hingga menyebabkan pelajar perempuan tewas di TKP,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Imammudin.

Usai kejadian laka lantas tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berbekal rekaman CCTV dan informasi dari masyarakat yang melihat nopol kendaraan yang terlibat laka tabrak lari tersebut. Meski informasi nopol yang diberikan belum lengkap, namun cukup untuk menemukan titik terang pengungkapan.

“Kita cek data ke Samsat, muncul 3 mobil yang nopolnya seperti ciri-ciri kendaraan terlibat,” katanya.

Dari data mobil yang muncul, satu mobil yang tidak sesuai karena bukan jenis pick up. Sehingga mengarah dua mobil lainnya yakni pick up Daihatzu Zebra dan pick up Suzuki Carry. Pick up Daihatzu Zebra pemiliknya orang jalan Argopuro Kelurahan Bangunsari, setelah dicek tidak masuk kriteria. Kemudian petugas menelusuri pemilik Suzuki Carry yang merupakan warga Desa Nambangrejo Kecamatan Sukorejo. Namun, setelah dikroscek pick up itu sudah dijual sejak tiga tahun yang lalu.

“Warga Nambangrejo itu mengingat-ingat bahwa yang membeli mobilnya merupakan warga jalan Subokastowo Kelurahan Tambakbayan,” katanya.

Berawal dari informasi tersebut, petugas kroscek ke warga jalan Subokastowo. Dan benar pemilik pick up itu warga disitu bernama Rianto. Akan tetapi, yang bersangkutan mengaku bahwa mobil itu dipakai oleh anaknya yang beralamat di Kabupaten Trenggalek. Rianto juga mengaku kalau anaknya pada Senin malam pulang dari Ponorogo ke Trenggalek.

“Bapak pelaku bersikap kooperatif, dia menelepon anaknya tentang masalah tersebut dan anaknya mengakuinya,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar