Peristiwa

Ini Pengakuan Kedua Tersangka Aborsi di Mojokerto

Kedua tersangka aborsi, DF (19) dan SG (19).

Mojokerto (beritajatim.com) – Kedua tersangka aborsi mengaku menyesal telah melakukan aksi aborsi terhadap janin usia 5 bulan dengan jenis kelamin laki-laki tersebut. Semua dilakukan lantaran keduanya belum menikah dan tersangka SG sedang dalam masa training di salah satu perusahaan di bidang kertas.

Tersangka DF (19) mengatakan, jika obat tersebut di pesannya secara online dengan cara pembayaran melalui transfer ke salah satu bank. “Ada nomor telepon, saya hubungin lewat Whatsapp dan transfer melalui rekening. Lupa (nama penerima transfer),” ungkapnya, Rabu (3/3/2021).

Tersangka, SG (19) mengaku, karena tuntutan pekerjaan akhirnya keduanya sepakat untuk menggugurkan kandungannya. “Karena tuntutan pekerjaan, saya masih training di salah satu perusahaan. Kalau hamil tidak bisa diperpanjang, 3 bulan training. Cari di google, ketik obat aborsi,” jelasnya.

Lima butir obat dengan tiga jenis yang sudah didapat dari online tersebut langsung diminum dan baru merasakan kontraksi. Sekitar 10 jam kemudian janin yang ada di perut tersangka SG lahir, setelah dimandikan kemudian di kubur di samping rumah dengan menggunakan sekrop dan linggis.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rohmawati Laila menambahkan, keduanya menjalin hubungan kekasih sudah satu tahun dan selalu melakukan hubungan layaknya suami-istri di rumah tersangka DF yakni di Lingkungan Margosari, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

“Tidak ada yang curiga karena memang arahnya nanti, tahun ini mereka akan menikah. Jadi kedua orang tua sudah merestui hubungan keduanya dan direncanakan akan menikah. Belum tunangan tapi menikah setelah tersangka Daniel sudah bekerja, ini kan yang kerja yang cewek,” tambahnya.

Masih kata Kasat, atas kesepakatan keduanya membeli obat penggugur kandungan. Tersangka SG yang membeli karena memang tersangka perempuan yang sudah bekerja termasuk menggunakan nomor Handphone (HP) untuk menghubungi penjual obat melalui HP tersangka SG.

“Obatnya itu ada 3 jenis. Tablet isi 10 butir, ada yang isi 5 dan isi 6. Ada 3 macem, sudah diminum 5 butir. Langsung diminum, dari 3 macem diminum separuh-separuh. Sama-sama sepakat alasan karena masih training, masih kerja, dia tidak mau beresiko karena mencari pekerjaan sangat susah apalagi masa pandemi seperti saat ini,” jelasnya.

Mayoritas di perusahaan jika karyawan hamil harus cuti, sementara tersangka masih training sehingga tersangka SG ketakutan. Hingga usia kandungan lina bukan, tidak ada yang curiga ini lantaran tersangka selalu menggunakan baju agak kendor sehingga tidak kelihatan. Namun nafsu makan tersangka bertambah.

“Mungkin karena ada janin di kandungannya sehingga makannya lebih banyak. Suka jajan. Tidak ngidam tapi makan apa saja, ngemil saja. Kalau tahu hamil sudah lama, perempuan kan rutin (menstruasi, red). Sehingga saat hamil, dua tahun cuma baru tersirat itu tadi. Sebelumnya belum pernah, ini baru yang pertama,” tuturnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar