Peristiwa

Ini Kronologi Ledakan Gas di Mulyorejo Surabaya

Rumah yang menjadi saksi bisu ledakan gas dalam rungan rumah di Mulyorejo Selatan Baru, Surabaya, Rabu (16/6/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Ledakan gas dalam ruangan yang menelan 3 korban di Surabaya, Rabu (16/6/2021) subuh dikarenakan rumah minim ventilasi. Saat beritajatim.com mendatangi lokasi, rumah tingkat sederhana itu ada dua lubang penyejuk udara. Hanya saja, satu lubang kecil berukuran 30 cm dan jendela tapi tertutup rapat triplek separuh.

Diperkirakan, dua ventilasi yang tertutup tersebut membuat semua gas tabung LGP yang bocor tak bisa keluar. Karena tersimpan dalam ruangan tembok, gas LGP yang terpatik atau terkena pemicu api ini pun meledak. Walhasil tiga korban yang ada di dalam rumah dan peralatan mudah terbakar pun ikut terbakar.

“Awalnya korban ini punya dua tabung. Tabung satu bocor dan dibawa ke kamar mandi sama bapaknya. Tapi tabung gas 3kg itu ditaruh tengkurap dalam ember berisi air itu keluar gelembung berbau gas,” jelas Siti kepada beritajatim.com di lokasi kejadian.

Usai meledak, Siti yang mendengar dari  dalam rumahnya ini pun keluar. Ia melihat ada yang teriak kebakaran. Ternyata lelaki yang teriak kebakaran tersebut merupalan anak dari pasutri yang merupakan korban ledakan gas dalam ruangan ini.

Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, tiga orang menjadi korban ledakan gas dalam ruangan di rumah kawasan Mulyorejo Selatan Baru, Surabaya, Rabu (16/6/2021).  Ketiganya merupakan satu keluarga yakni suami istri dan anak. Siti (40) tetangga korban menjelaskan, awalnya dia sedang terbangun untuk memasak.

Tetiba Siti mendengar ada suara ledakan dan bunyi panci atau alat dapur berserakan. Karena penasaran, ia lantas keluar rumah dan ada orang berteriak minta tolong. Ternyata dia adalah Bahtiar (18) anak tetangganya yang minta tolong jika kedua orangtuanya terbakar di dalam rumah.

“Karena ledakan cukup kencang dan suara perabotan berisik, hal itu membuat tetangga bangun semua. Selanjutnya saya dan tetangga mendatangi rumah korban dan melihat anaknya lari sembari teriak,” jelasnya kepafa beritajatim.com.

Usai melihat Bahtiar yang terlihat kesakitan karena panas usai kebakar, warga pun kemudian masuk rumah dan menyelamatkan orangtuanya. Ternyata Dartik (42) dan Sularno (45) terkapar tak berdaya menahan sakit. Mereka ditemukan di tempat berbeda, sang ibu ditemukan di dapur dan ayah di kamar mandi.

“Iya ibunya ditemukan di dapur yang letaknya depan rumah dan ayah di kamar mandi. Mereka terluka parah. Malah anaknya juga terluka lebih parah. Karena usai kebakar, tapi dia masih lari mencari pertolongan,” sahut Siti.

“Karena kebakar dan lari mencari pertolongan anaknya justru luka parah di kaki. Daging atau kulit kaki anaknya ini terkelupas parah,” lanjutnya.

Beruntung api tak sempat membesar dan berhasil dipadamkan warga secara bergotong-royong. Usai api padam dan melihat ketiga korban terluka cukup parah, warga pun pangsung membawa korban ke RS Haji. Tak lama kemudian ketiga korban langsung dilakukan operasi dan ketiganya mengalami luka bakar parah di sekujur tubuh.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar