Peristiwa

Ini Kondisi 4 Korban Dugaan Keracunan Rawon Sisa

Mojokerto (beritajatim.com) – Keempat korban dugaan keracunan rawon sisa halal bihalal masih menjalani perawatan di RS Islam Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Namun hingga kini pihak rumah sakit belum bisa menyimpulkan dugaan penyebab.

Madical Servis Manager RS Islam Sakinah, dr Roisul Umam mengatakan, kondisi keempatnya sudah dirawat di ruang rawat inap. “Hernanik baru masuk semalam dengan keluhan yang sama. Heri tidak diare, Nova masih diare jadi di cair, Jumaatin juga masih diare,” ungkapnya, Selasa (11/6/2019).

Masih kata dr Roisul, kondisi keempatnya sudah dalam keadaan membaik namun masih menunggu dokter spesialis untuk mengetahui penyebab. Menurutnya, awal masuk keempat pasien yang masih dirawat dengan keluhan diare sehingga pasien dehidrasi.

“Rekam jantung, tes darah dan lainnya dilakukan di IGD. Kecurigaan awal keracunan tapi sudah dua hari sehingga terapi diare. Untuk mencari penyebab tidak semudah itu sehingga menunggu dokter spesialis. Dugaan memang keracunan sehingga penangganannya memang seperti itu,” katanya.

dr Roisul, kecurigaan dari yang dimakan para pasien tersebut yakni rawon dan petis. Penyebab diare masih menunggu dari hasil dokter spesialis karena butuh analisa. Namun sudah dilakukan laboratorium secara lengkap. Semebtara untuk korban meninggal memang ada keluhan jantung.

“Pak Wagimin yang meninggal sebelum berangkat mengeluh sakit jantung dan datang sudah kondisi meninggal, penyebab keempat pasien masih belum diketahui. Sekarang semua sudah di kamar untuk menjalani rawat inap,” jelasnya.

Keempatnya menjalani perawatan di ruang Gunung Jati 2. Nova Anggraini (36) dan suami, Heri Istianto (53) di kamar nomor 6, Jumaatin (64) di kamar nomor 7 serta Hernanik warga Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Hernanik (48) di kamar 11.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar