Peristiwa

Ini Kata RT Medokan Surabaya Soal Terduga Teroris yang Ditangkap

Lokasi penangkapan terduga teroris di medokan sawah, Jumat (26/2/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Lima mobil tampak memadati sekitar rumah di Jalan Medokan Sawah, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Betapa mengejutkan, lima mobil ini ternyata berisi puluhan petugas baik berseragam hitam Densus 88 Mabes Polri, seragam Polisi dan polisi berpakaian preman.

Ketua RT Medokan Sawah, Supangin menceritakan, para petugas dengan lima mobil ini menemuinya. Petugas menjelaskan dan menunjukkan adanya surat penggeledahan dan pengamanan warganya. Petugas menjelaskan bahwa ada warganya bernama Agus Imam (40).

“Tadi menemui saya menjelaskan hendak melakukan penangkapan. Saya sempat kaget dna bingung juga. Tapi dijelaskan bahwa warga saya ini hanya diduga, jika tidak terbukti nanti akan dilepaskan,” katanya kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (26/2/2021).

Menirut Supangin, para petugas ini datang sekitar pukul 11.20 WIB sebelum sholat Jumat. Saat itu warganya bernama Agus ini sedang berangkat hendak sholat Jumat. Agus yang jakan bersama anaknya inipun tak melakukan perlawanan. Bahkan petugas mengijinkan terduga teroris ini pulang mengantarkan anaknya terlebih dahulu.

“Kejadiannya sebelum Jumatan tadi, waktu mau Jumatan pak Agus ditangkap. Saya dipanggil hadir sebagai saksi mata pas penggeledahan tadi,” lanjutnya.

Supangin menambahkan, saat itu ada pula pihak kepolisian dari Polsek Rungkut Surabaya. Saat penggrebekan tersebut, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. BB yang diamankan yakni seperti panah, samurai, hingga perlengkapan taek won do. Selanjutnya, Agus digelandang menuju Jakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Bilangnya dibawa ke Jakarta, istrinya bilang ‘kalau tidak terbukti bersalah minta dipulangkan’. Ada beberapa barang yang diamankan,” ujarnya.

Menurut warga, Agus Imam ini dikenal baik, supel dan bersosial. Bahkan saat ada warga yang meninggal dia juga melayat dan kumpul sama warga. Tercatat sekitar 10 tahun Agus sudah hidup di Medokan Ayu ini. Agus diketahui memiliki usaha konter dan perbaikan ponsel pintar. Bahkan dia memiliki empat karyawan.

“Orangnya supel, saya masih 1 periode menjabat. Jadi warga saya ini sudah pindah dari dua periode RT lama. Ya sekitar 10 tahunan lebih,” pungkasnya.

Perlu diketahui Densus 88 kembali melakukan penggrebegan rumah usaha di Rungkut, Surabaya, Jumat (26/2/2021). Menurut informasi Densus 88 anti teror ini menggrebeg sebuah rumah konter ponsel  di Jl Medokan Sawah 121, Surabaya. Petugas khusus yang dinaungi Mabes Polri langsung ini memeriksa rumah tersebut guna mencari barang bukti karena pemilik Counter diduga terlibat dalam jaringan Teroris Jamaah Islam Ansharut Daulah.

Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Djoko Soesanto saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan penggerebekan Densus 88 Anti Teror. Saat ditanya beritajatim.com ia enggan menjelaskan secara detail karena Densus 88 turun langsung dari Mabes Polri. Sehingga  personil di Polsek Rungkut tak mengetahui secara detail.

“Iya benar, tadi siang ada penggerebekan dilakukan Densus 88. Tapi kami hanya melakukan pengamanan di area sekitar,” katanya kepada beritajatim.com.

Belum diketahui berapa lama proses penggeledahan dan membawa barang bukti apa saja. Hingga berita ini doturunkan, beritajatim.com masih mencari data tersebut. Sedangkan Polrestabes Surabaya juga tak mengetahui operasi yang dilakukan oleh Densus 88 ini.

“Polrestabes Surabaya juga tak bisa memberikan keterangan karena memang gak ada laporan. Benar ada dari Densus 88 turun. Lebih jelasnya bisa ke Mabes Polri langsung,” papar Kompol Akhyar, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya saat dihubungi beritajatim.com.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar