Peristiwa

Ini Kata RSUD dr Soetomo Penyebab Meninggalnya 2 Peserta Surabaya Marathon

Surabaya (beritajatim.com) – Humas RSUD dr Soetomo Dokter Pesta Paruluan mengungkapkan jika penyebab kematian dua orang peserta Surabaya Marathon 2019 tidak bisa dipastikan. Ini karena, tidak dilakukan visum otopsi forensik terhadap keduanya.

“Yang usia 60 tahun dinyatakan meninggal 07.15 sedangkan yang 55 tahun 07.45. Kami tidak melakukan otopsi forensik terhadap keduanya,” ujar Dokter Pesta, Minggu (4/8/2019).

“Sebenarnya, keduanya sudah menunjukkan tanda-tanda meninggal ketika tiba di RSUD dr Soetomo. Hanya saja, sesuai SOP kami melakukan pacu JPO atau Jantung, Otak, Paru-paru,” tambahnya.

Meski demikian, Dokter Pesta meyakini jika penyebab meninggalnya kedua peserta itu akibat aktivitas yang mereka lakukan. “Tapi, yang kita tidak tahu, apakah karena lari itu kemudian sakit jantung atau asma atau apa,” bebernya.

Dua peserta Surabaya Marathon 2019 meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia peserta ini sempat mengalami pingsan dan kemudian dibawa ke IGD RSU dr Soetomo Surabaya namun nyawanya tidak tertolong.

Peserta tersebut yakni Komisaris Malang Post, Chusnun N Djuraid (60), dengan nomor peserta 5721. Dan peserta kedua bernama Oentung P Setiono (55) yang berasal dari Jakarta dengan nomor peserta 5755.

Kedua korban mengikuti Surabaya Marathon dengan kategori lari 10 kilometer. Mereka tidak sempat menyelesaikan larinya hingga garis finish.

Informasi yang diterima, Chusnun terjatuh di Jalan Pemuda (depan Bank BTPN). Sementara Oentung terjatuh di Jalan Basuki Rahmat (depan Dyandra). Kedua korban meninggal dunia setelah tiba di RSU dr Soetomo.[ifw/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar