Peristiwa

Ini Jumlah Perlintasan Kereta Api di Banyuwangi dan Angka Kecelakaannya

Kereta Api sedang melintas di perlintasan JPL 19, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. [Foto: rindi/beritajatim]

Banyuwangi (beritajatim.com) – Panjang rute kereta api di Banyuwangi membentang mulai dari utara Stasiun Banyuwangi Baru hingga barat di perbatasan Kecamatan Kalibaru – Kabupaten Jember. Posisi rel kereta ini ada yang membelah jalan raya, melintasi persawahan, perumahan warga maupun jembatan.

Jika dihitung, jumlah perlintasan kereta api se Kabupaten Banyuwangi tercatat 104 titik. Terdiri dari 88 perlintasan resmi, 67 perlintasan sebidang dan perlintasan under pass.

Menurut Plt. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Ali Ruchi, dari jumlah itu terdapat perlintasan berpenjaga sebanyak 18 titik. Terdiri dari 17 milik PT. KAI dan satu dikelola swasta berada di Krikilan, Kecamatan Glenmore.

“Ada perlintasan yang tanpa penjaga jumlahnya itu sebanyak 71, tapi ada yang telah dilengkapi atau dipasang Early Warning System (EWS), dari Propinsi sebanyak 19 dan dari Kabupaten Banyuwangi ada dua,” jelas Ali saat dihubungi, Rabu (18/9/2019).

Dari jumlah itu, kata Ali, sebanyak 24 tempat termasuk perlintasan liar. Pihaknya juga mencatat ada 6 kali terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api selama periode Februari 2018 hingga Agustus 2019.

“Kecelakaan itu terjadi pada perlintasan sebidang mulai dari Kecamatan Kalibaru sebanyak dua kali, Sempu, Rogojampi, Kabat, Singojuruh, dan Kalipuro. Terakhir itu di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Kajaharjo, Kecamatan Kalibaru pada 10 Agustus 2019,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar