Peristiwa

Ini Jadinya Anak SMA Ikut Demo Tolak UU Omnimbus Law di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Gelombang demo menolak Undang-undang Omnimbus Law merembet ke Banyuwangi. Hari ini, ribuan massa berbondong-bondong merapat ke gedung DPRD setempat.

Gabungan massa koalisi antara mahasiswa, siswa, buruh dan LSM itu bersatu menyuarakan satu tujuan yang sama. Intinya, menolak Undang-undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan yang baru disahkan oleh DPR RI beberapa saat lalu.

Kalau yang demo mahasiswa itu sudah biasa. Tapi, apa jadinya kalau anak SMA, STM bahkan SMP ikut demo? Ya, mereka ikut teriak saat para kordinator aksi bersuara. Mereka juga menyanyi kala yang lain turut beraksi.

Teriak tanpa tujuan, tempat demo seolah hanya menjadi tempat hiburan. Mengumpat di sembarang tempat, dan menghujat tanpa syarat.

Tak peduli aparat yang ada di depan. Yang penting bisa meluapkan penat. “Ya, masih sekolah. Di STM di Banyuwangi. Pernah demo sekali,” kata salah satu pendemo anak SMK, Senin (12/10/2020).

Hanya kata-kata negatif yang terucap. Tak sempat tahu apa maksud dari tujuan mereka. “Tolak UU Omnimbus Law saja,” katanya.

Beberapa kali aksi mereka justru membuat gaduh. Melempar botol, batu, menaiki pagar, dan menggoyang gerbang. Bahkan nyaris menyulut kerusuhan. “Ya tadi ada yang diamankan dua oknum karena melakukan lemparan dengan batu. Kita masih periksa, nanti jika memang terbukti benar siswa akan kita panggil wali murid dan guru,” jelas Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin.

Pada demo kali ini, Polresta Banyuwangi mengerahkan 1150 personel, termasuk dari anggota TNI-POLRI dan aparat lain. Masa bubar setelah, perwakilan DPRD menemui mereka dan menandatangani tuntutan para pendemo. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar