Peristiwa

Ini Hasil Sementara Otopsi Jenazah Mengambang di Sungai Dawuan Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Polsek Ponorogo terus melakukan penyelidikan terhadap tewasnya Tri Haryanto (35), warga Kelurahan Mangkujayan yang tewas mengambang di sungai Dawuan. Mereka sengaja mendatangkan tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk mengotopsi jasad korban.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, tim forensik datang ke RSUD dr. Harjono Ponorogo pada Jumat (15/11/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Tim forensik yang dipimpin oleh dr Tutik Purwati, SpF itu setengah jam kemudian baru melaksanakan proses otopsi.

Mereka setidaknya membutuhkan waktu 2,5 jam untuk melakukan otopsi terhadap jasad yang semasa hidupnya juga dipanggil dengan nama Coro itu.

”Kami mulai tadi jam 12 malam dan baru rampung keluar dari ruang jenazah sekitar pukul 02.30. Jadi membutuhkan waktu 2,5 jam untuk mengotopsi korbam,” kata dr. Tutik Purwati, SpF, Sabtu (16/11/2019).

Hasil otopsi sementara, kata dr Tutik korban meninggal sudah sekitar 4-5 hari yang lalu. Itu ditandai dengan jenazah yang sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut. Bagian rambut dan kulit ari pada kedua tangan dan kaki sudah mengelupas.

”Jenazah yang mengalami pembusukan tingkat lanjut menandakan sudah meninggal sekitar 4-5 hari yang lalu,” katanya.

Tim Forensik juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bagian luar korban. Disalurkan pernapasan ditemukan ada lumpur. Mereka mengambil sampel kandungan zat-zat di dalam tubuh yang ada di lambung guna untuk pemeriksaan toksikologi.

”Sampelnya sudah kami serahkan ke penyidik untuk diujikan di Laboratorium Forensik di Surabaya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya identitas mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Dawuan Kelurahan Cokromenggalan Ponorogo akhirnya terkuak. Korban diketahui bernama Tri Haryanto (35), warga Kelurahan Mangkujayan Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Petunjuk polisi dalam menguak identitas korban berdasarkan tatto yang melingkar di 2 tangan korban.

”Dengan ciri-ciri tatto yang ada di kedua tangan. Kami akhirnya mengetahui identitas korban, warga Kelurahan Mangkujayan Ponorogo,” kata Kanit Reskrim Polsek Ponorogo IPDA Rosyid Effendy.

Rosyid mengungkapkan pihaknya mendatangkan tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk mengotopsi korban. Tim Forensik tiba di ruang jenazah RSUD dr. Harjono Ponorogo pukul 23.30. Mereka mulai melakukan otopsi setengah jam kemudian.

”Untuk penyelidikan, kami mendatangkan tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri untuk melakukan otopsi,” katanya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar