Peristiwa

Ini Hasil Rakor BPBD Kabupaten Mojokerto Terkait Banjir Tempuran

BPBD Kabupaten Mojokerto bersama relawan mitra melakukan pembersihan pintu di DAM Sipon yang ada di Sungai Brantas. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Terkait banjir yang merendam Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait. Rakor digelar untuk mencari solusi atas bencana itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, dua desa di Desa Tempuran terendam air banjir sejak, Minggu (2/2/2020). “Hasil rakor, solusi jangka pendek terkait luberan air Sungai Watudakon dan mengamati pintu DAM Sipon dari sampah,” ungkapnya, Jumat (7/2/2020).

Dari hasil pengamatan, baik sebelum maupun sesudah dibersihkan pintu air DAM Sipon dari sampah, tidak ada pengaruh yang berarti. Ketinggian di rumah-rumah warga terdampak surutnya tetap lambat karena hujan yang masih menguyur di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto dan Jombang.

“Pintu air DAM Sipon dipastikan aman tidak ada kendala apapun sehingga disepakati meminta PJT Lengkong untuk segera mengambil langkah mengurangi aliran air dari hulu yang menuju Sungai Watudakon. Karena kondisi Sungai Watudakon penuh sedimen dan khusus masuk wilayah mojokerto tepatnya di Desa Tempuran tidak ada tanggul,” katanya.

Zaini menjelaskan, Perum Jasa Tirta (PJT) Lengkong sejak pukul 00.00 WIB telah melakukan pengurangan debit air dari hulu Melican kanan dari 21 m³/s menjadi 16m³/s. Selain itu juga dilakukan pengurangan debit air di hulu Avoour Sentul dari 21 m³/s menjadi 16m³/s.

“Rakor juga menghasilkan beberapa usulan dan masukan kepada BBWS maupun PJT. Terhadap Pemkab Mojokerto agar melakukan normalisasi Sungai Watudakon dan peninggian tanggul ini juga sesuai penjelasan staf PUPR, jika BBWS tahun 2020 sudah menyediakan anggaran dan saat ini sedang proses lelang,” ujarnya.

Sementara, terkait DAM Sipon sebelum pintu air diusulkan dibuatkan filter sampah dan disetujui PJS Lengkong. Serta menyiagakan petugas pengaman, pendamping, pembersih dan pemeliharaan DAM Sipon.

Rakor digelar bersama PJT Lengkong, BBWS, Staf Bapenda Kabupaten Mojokerto, Staf Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Camat Sooko, Danramil Sooko, Kapolsek Sooko dan Kepala Desa (Kades) Tempuran. Rakor digelar di Posko BPBD Kabupaten Mojokerto yakni di Masjid Al Hikmah. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar