Peristiwa

Ini Hasil Kesepakatan Mahasiswa dan Rektor IAIN Ponorogo

Rektor IAIN Ponorogo S. Maryam Yusuf membacakan has kesepakatan perundingan dihadapan mahasiswa yang demo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada sekitar 1 jam, 8 perwakilan mahasiswa berunding dengan rektor IAIN Ponorogo S. Maryam Yusuf di dalam gedung rektorat. Usai perundingan tersebut, kedua belah pihak akhirnya menyepakati tiga poin yang dihasilkan dalam perundingan itu.

“Ada 3 poin dari perundingan tadi bersama perwakilan mahasiswa,” kata Rektor IAIN Ponorogo S. Maryam Yusuf, saat ditemui beritajatim.com usai perundingan, Selasa (16/6/2020).

Kemudian kesepakatan itu ditandatangani oleh rektor dan 8 perwakilan mahasiswa di depan peserta demo yang memadati pintu utama gedung rektorat. Isinya yang pertama adanya pemotongan UKT semester gasal 2020/2021 sebesar 15 persen. Kedua, memperpanjang pembayaran UKT yang sebelumnya dari tanggal 16 Juni hingga 10 Juli, kini menjadi tanggal 3-24 Juli 2020.

Poin ketiga, kampus siap menyusun dan menerbitkan pedoman pembelajaran daring di masa pandemi. Penerbitannya dalam kurun waktu maksimal H-14 hari sebelum pembelajaran semester gasal 2020/2021.

“Jadi pemotongan UKT yang disetujui bersama 15 persen. Tadi saat rundingan perwakilan mahasiswa kami beri pengertian untuk apa saja UKT itu. Kalau dipotong 50 persen, bisa-bisa kegiatan mahasiswa tidak ada, akhirnya mereka memahami,” katanya.

Diberitakan sebelumnya ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa IAIN Ponorogo aksi unjuk rasa di kampus mereka. Menurut pantauan beritajatim.com di lapangan, aksi diawali berkumpul di depan kantor BEM IAIN Ponorogo, massa lalu bergerak menuju depan gedung rektorat. Tidak lupa membawa banner-banner yang menuntut kebijakan kampus dalam menyikapi perkuliahan di masa pandemi Covid-19 ini. “Ada tiga tuntutan yang kami suarakan dalam unjuk rasa kali ini,” kata koordinator lapanagan Aji Binawan PuPutra

Tuntutan massa aksi, kata Aji mereka menuntut pemotongan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 50 persen untuk semester gasal 2020/2021. Kemudian menuntut untuk diterbitkannya skema pembelajaran yang efektif dan efisien dalam masa pandemi Covid-19. Yakni dengan mempertimbangkan kondisi mahasiswa.
Dan yang ketiga meminta rektor IAIN Ponorogo untuk berada dalam barisan mahasiswa dalam mengawal dan menuntut Kemenag untuk segera mengeluarkan keputusan menteri agama (KMA) mengenai pemotongan UKT sebesar 50 persen. “Kami meminta bu rektor juga bersama kami untuk memperjuangkan pemotongan UKT ini,” katanya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar