Peristiwa

Ini Cerita Mahasiswa Fuzhou University Ketika Pulang ke Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Maftuhatus Sobah, mahasiswa semester IV di Fuzhou University, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, China, terpaksa pulang ke kampung halamannya, di Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, setelah mewabahnya virus corona di negara tempatnya kuliah.

“Sekarang ini memang masa liburan kuliah. Tapi sebenarnya saya tidak punya rencana pulang, karena 6 bulan lalu saya sudah pulang. Cuma ya karena ada wabah virus corona, saya harus pulang. Apalagi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di China juga mengimbau agar WNI secepatnya pulang,” katanya, Selasa (04/02/2020).

Maftuhatus Sobah sudah satu setengah tahun ini mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di China. Kampus tempatnya menuntut ilmu sebenarnya cukup jauh dari Wuhan, daerah endemis virus corona. “Dari kota tempat saya tinggal, perlu waktu sekitar 10 jam perjalanan kalau akan ke Kota Wuhan, Provinsi Hubie, tempat mewabahnya virus corona,” ujarnya.

Ia menceritakan, setelah virus corona mewabah di China, kampusnya memberlakukan peraturan yang cukup ketat. Setiap mahasiswa yang ingin keluar masuk kampus harus mengisi daftar nama dan melalui pemeriksaan temperatur tubuh. “Mahasiswa yang keluar area kampus juga dibatasi. Paling lama di luar kampus hanya satu jam. Kalau dari hasil pemeriksaan temperatur tubuh kita normal, baru kita boleh keluar masuk kampus,” ucapnya.

Ia menuturkan, sejak mewabahnya virus corona, aktivitaa masyarakat mulai sepi. Toko-toko banyak yang tutup. Masker belakangan ini menjadi barang langka. Harganya pun meroket. “Tiga minggu terakhir ini, masker sulit didapat. Harganya pun naik. Biasana berkisar 12 -15 yuan atau sekitar Rp 22.000, menjadi 30 yuan atau sekitar Rp 60 ribu untuk satu masker.(tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar