Peristiwa

Terombang-ambing Berjam-jam di Laut

Ini Cerita Korban Selamat KM ‘Berhasil II’

Sumenep (beritajatim.com) – Tenggelamnya KM ‘Berhasil II’ di Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep menyisakan cerita tersendiri bagi para korban selamat.

Anwar salah satunya. ABK ini mengaku sedang tertidur saat musibah itu terjadi. Yang ia tahu, tiba-tiba ombak datang bersama angin dan menghempas kapal yang ditumpanginya.

“Waktu itu masih istirahat, belum waktunya menjaring ikan. Jadi saya tidur. Tiba-tiba ombak datang tiga kali, kapal kemudian tenggelam,” kisahnya, Senin (15/2/2021).

Ia mengaku segera meloncat dari kapal, sebelum kapal benar-benar tenggelam. Ia kemudian meraih apa saja yang dekat dengannya dan bisa digunakan sebagai pelampung. “Saya meraih bak atau ember yang dekat dengan saya. Itu yang saya jadikan pelampung selama terombang-ambing di laut menunggu pertolongan datang,” ujarnya.

Saat musibah itu terjadi, ia tidak tahu bagaimana teman-temannya yang lain, karena semua terpencar berusaha menyelamatkan diri. “Saya terapung di laut sekitar 3 jam, mulai jam 3 pagi. Sampai kemudian saya dan teman-teman ditolong oleh perahu ‘Pendowo Limo’ yang kebetulan melintas,” ucapnyam

Lain lagi cerita H. Hasyim. Ia mengaku tahu persis awal cuaca buruk terjadi. Air laut masuk ke bagian belakang kapal. Ia berusaha mengurasnya, namun tak mampu. “Tak lama kemudian, lambung kapal pecah karena hantaman ombak. Teman-teman tercebur ke laut. Di kapal tinggal saya sendirian,” tuturnya.

Sebelum kapal benar-benar tenggelam, ia pun melompat ke laut sambil membawa bambu yang digunakan sebagai pelampung saat terombang-ambing di laut. “Saya dapatnya bambu. Ya itu yang saya pegang selama terombang-ambing di laut. Teman-teman ada yang pakai ember, pakai box ikan, pakai kayu, pokoknya apa saja yang bisa digunakan sebagai pelampung,” terangnya.

Kapal Motor (KM) ‘Berhasil II’, tenggelam di selatan Perairan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, akibat cuaca ekstrem. Kapal milik H. Syaiful Hidayat, warga Dusun Tarogan, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, membawa 17 ABK.

Mereka berangkat melaut pada Minggu (14/02/2021) malam. Pada Senin Subuh, perahu dihantam ombak hingga setinggi 3 meter hingga tenggelam. Dari 17 ABK, 14 ditemukan selamat dan telah dievakuasi melalui Pelabuhan Lobuk, Bluto. Sedangkan 3 lainnya masih dalam upaya pencarian.

Pencarian dilakukan oleh dua kapal patroli Polair, yakni kapal milik Polair Polres Sumenep dan BKO Ditpolair Polda Jatim. Selain itu, Polres Sumenep juga meminta bantuan Basarnas untuk proses pencarian korban hilang. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar