Peristiwa

Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Raung Bagi Warga Banyuwangi

Semburan abu vulkanik erupsi gunung raung di Banyuuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung raung kian meluas. Sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi mulai diguyur hujan abu dengan intensitas beragam.

Sehingga, pemerintah setempat meminta warga agar mengurangi aktivitas di luar ruang. Warga juga diimbau agar tetap menggunakan masker, karena abu vulkanik juga akan menimbulkan masalah baru.

“Debu vulkanis membawa berbagai material yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Debu tersebut mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, natrium, besi, serta nikel,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono, Senin (8/2/2021).

Secara kasar, kata Rio sapaan akrab Widji Lestariono, abu vulkanik itu seperti abu semen. Bentuknya berupa batuan kecil dan halus yang terlempar ke atas saat terjadi erupsi gunung api.

“Material ini jika terpapar ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), sakit tenggorokan, iritasi mata, hingga luka pada kornea,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rio menyebut, abu vulkanik terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik. Ketika gas-gas dalam ruang magma mulai menyebar, gas-gas tersebut akan mendorong magma yang terdiri dari silika dan gas keluar dari perut gunung berapi.

“Inilah yang berbahaya. Kalau masuk ke mata kita, dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur,” ujar Rio.

Saat terjadi ledakan, magma yang keluar di udara akan mendingin dan membeku, menjadi batuan vulkanik dan pecahan kaca.

“oleh karenanya, bila terlanjur abu vulkanik masuk ke mata, jangan langsung dikucek. Tapi, langsung bersihkan dengan air yang mengalir. Kalau memungkinkan dengan boor water,” imbuhnya.

Abu Vulkanik juga berbahaya karena akan menggangu saluran pernapasan atau ISPA. Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia, karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru. Gejala pernapasan (jangka pendek) yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan/batuk, sesak napas, hingga asma bisa kambuh.

“ISPA ini yang biasanya banyak ditemui saat terjadi erupsi gunung. Bila mengalami sesak nafas, segera ke layanan kesehatan terdekat. Agar segera mendapat pertolongan awal,” jelas Rio.

Seperti diketahui, sejak Kamis, 21 Januari 2021 Gunung Raung erupsi. Status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso ini naik satu level dari normal (level I) menjadi waspada (level II).

Atas dasar itulah, Rio mengimbau masyarakat Banyuwangi tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi resiko terpapar debu vulkanis letusan Gunung Raung yang kini kian meluas penyebarannya. Kalau memang harus beraktivitas, diimbau untuk mengenakan masker dan pelindung muka, seperti faceshield.

“Kalau memang harus keluar rumah, wajib pakai masker dan kaca mata agar terhindar dari resiko erupsi,” pungkasnya. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar