Peristiwa

Ini Alasan Warga Tinggalkan Sumbulan, Daerah Sunyi di Ponorogo

Salah satu rumah di Dusun Sumbulan yang sudah ditinggalkan penghuninya. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Daerah Sumbulan, benar-benar tidak berpenghuni sekitar 5 tahun yang lalu. Sebelumnya, ada 2-3 keluarga yang masih mendiami, namun akhirnya pindah juga. Sehingga saat ini hanya menyisakan bangunan-bangunan rumah yang tidak terawat.

“Keluarga terakhir yang pindah pada tahun 2016 itu karena ikut anaknya. Ada lagi keluarga lain karena pindah ke perumahan,” kata Kepala Desa Plalangan Ipin Herdianto, Kamis (4/3/2021).

Ipin menampik anggapan jika warga yang pergi dari Sumbulan karena mistisnya tempat tersebut. Mereka pergi kebanyakan dengan alasan pengin tinggal di tempat yang lebih ramai. Meski tidak jauh dari pusat kota, dulu akses menuju ke Sumbulan sulit. Jalan satu-satunya melewati persawaan.

“Kalau mistis, semua tempat ada mistisnya. Kebanyakan warga yang pindah ya kalau tidak ikut suaminya atau istrinya yang rumahnya diluar Sumbulan,” katanya.

Sumbulan yang memiliki luas kurang lebih 1 hektare itu, kata Ipin merupakan lingkungan. Sumbulan itu masuk Dusun Krajan I Desa Plalangan Kecamatan Jenangan Ponorogo. Dulu lingkungan Sumbulan pernah dihuni oleh 15 KK. Meski sudah tidak dihuni, masjid yang ada di Sumbulan masih terawat. Warga yang dulu pernah tinggal dan pindah tempat yang tidak jauh sering datang ke Sumbulan.

Baca Juga:

    “Masjid masih sering dipakai untuk salat dhuhur. Orang yang ke sawah juga mampir untuk bersih-bersih dan beribadah di masjid Sumbulan,” pungkasnya. [end/but]


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar