Peristiwa

Ini Alasan PT ASDP Ketapang Sempat Hentikan Penyemprotan Disinfektan

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang – Gilimanuk tidak menampik adanya penghentian pemberian disinfektan bagi penumpang yang baru menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kondisi itu lebih karena disebabkan keterbatasan logistik berupa disinfektan dan juga alat.

“Ya, memang benar ada penghentian setelah dilakukan penyemprotan kemarin bersama pemerintah daerah, dan berbagai pihak. Tapi kemarin kita memang sedang kehabisan bahannya,” kata GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang – Gilimanuk, Fahmi Alweni, Selasa (24/3/2020).

Menurut Fahmi, keterbatasan disinfektan bukan lantaran pihaknya tidak mampu membeli, melainkan bahan yang tidak tersedia. Terlebih sebab lainnya, sebenarnya virus corona atau covid 19 ini masalah nasional bahkan internasional, jadi bukan hanya beban pihak pelabuhan.

“Kita mau beli tidak ada bahannya, mau beli alat sudah pesan lewat online belum datang. Jadi kita pakai alat seadanya,” kata Fahmi.

“Kemudian hari ini kita lanjut penyemprotan dengan menggunakan cairan campuran yang sudah disetujui oleh sejumlah pihak, karena ini juga anjuran dari berbagai pihak juga termasuk dari KKP. Kalau begini harusnya semua pihak bisa memberikan dukungan atau bantuan, jadi bukan hanya kita yang diberi beban,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Fahmi, jika dihitung Pelabuhan Ketapang ini setiap 10 menit ada bongkar muat penumpang. Jadi bisa dihiting berapa banyak cairan disinfektan yang harus dikeluarkan. “Ya kita siapkan dengan tenda dari BNPB untuk semua penumpang dapat masuk ke sini sebelum meninggalkan pelabuhan. Harapannya, ini dapat mengantisipasi penyebaran virus corona. Kita juga ada siapkan klinik kesehatan di pelabuhan, itu standby setiap hari,” jelasnya.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk sempat mendapat teguran dari anggota Komisi VI DPR RI dari Partai PDI Perjuangan asal Banyuwangi Sonny T. Danaparamita. Pihaknya menyebut, pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan akan dilakukan selama 24 jam untuk setiap penumpang. Namun sempat berhenti, sehingga timbul kekhawatiran. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar