Peristiwa

Ingin Kencan Tak Punya Uang, Pembunuhan Terapis di Mojokerto Telah Direncanakan

Tersangka pembunuhan terapis dirilis Polresta Mojokerto di halaman Mapolresta Mojokerto. [Foto: Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka pembunuhan terapis perempuan di tempat panti pijat Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mengaku ingin berkencan namun tak memiliki uang. Sehingga aksi pembunuhan tersebut sudah direncanakan sejak tersangka di rumah.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, tersangka Mohammad Irwanto alias Wanto (24) warga Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang sengaja mendatangi panji pijat panti pijat Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (4/2/2021).

“Dalam pengakuan tersangka, tersangka sengaja mendatangi tempat pijat dengan tidak berbekal uang sehingga menyiapkan senjata tajam jenis bendo yang dibawa menggunakan tas ransel. Tersangka ini, sudah dua kali mendatangi panti pijat tersebut untuk pijat,” ungkapnya, Kamis (18/2/2021).

Di panti pijat tersebut, lanjut Kapolresta ditawarkan selesai pijat untuk berhubungan seks. Saat kejadian selesai tersangka meminta dipijat dan korban Ambarwati alias Santi (35) menawarkan berhubungan seks dengan harga Rp300 ribu. Meski tak punya uang, namun tersangka mengiyakan ajakan korban untuk berhubungan badan.

“Iya berhubungan badan tapi sperma pelaku dibuang di tempat tidur. Selesai berhubungan badan tersebut terjadi penusukan oleh pelaku menggunakan bendo. Korban meninggal dengan tiga luka tusuk dan luka tusuk di bagian leher sebelah kiri sedalam 14 cm yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Namun saat tersangka melukai korban, ada teman korban yang melihat tersangka keluar dengan membawa senjata tajam sehingga korban Tatik (48) berteriak minta tolong. Korban Tatik tak juga mengalami luka tusuk yang mengakibatkan luka berat dan harus menjalani perawatan di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

“Saat tersangka melukai korban ada korban lain yakni teman korban. Korban kedua yang menunggu di depan ini berteriak, sehingga korban kedua juga ditusuk dan usai melakukan penusukan, tersangka kabur menggunakan kendaraan roda dua Honda Beat S 6110 QAG warna magenta tanpa busana,” tegasnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara. Tersangka juga dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman 5 tahun penjara. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar