Peristiwa

Imbas Viral Dugaan Pungli, Sanksi untuk Kepala KUA Karang Pilang Tergantung Pusat

Cuitan tentang adanya permintaan uang atau pungli di KUA Karang Pilang dan Surat nikah Apriska yang terbakar. (tangkap layar/Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Masih ingat viralnya cuitan Apriska warga Karang Pilang, Surabaya, terkait cuitan pungli buku nikah di twitter beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini Kementerian Agama masih melakukan pemeriksaan guna mengambil keputusan sanksi terhadap Kepala KUA Karang Pilang.

“Khusus sanksi terhadap kepala KUA yang berwenang adalah Kementerian Agama Pusat,” jelas Husni, Kasi Bimas Islam, Kemenag Kanwil Surabaya, Senin (9/9/2019).

Husni memaparkan, untuk sanksi terhadap oknum pegawai KUA Karang Pilang “nakal” yang meminta uang Rp 250 ribu, Kemenag Surabaya sudah melakukan pemberian sanksi dengan memindahtugaskan tiga oknum “nakal” tersebut.

Sanksi pemindahan tugas ini dirasa sudah layak karena dalam kasus KUA Karang Pilang belum ada transaksi penerimaan uang pungli.

“Kan gak ada transaksi menerima uang. Jadi sanksi ini sudah langsung diberikan ke pegawai dan untuk kepala KUA Karang Pilang jadi kewenangan Kemenag pusat,” imbuh Husni.

Sementara saat ditanya akan adanya kontak pelayanan pengaduan masyarakat, Kemenag Surabaya belum memiliki nomor telepon penting untuk menerima keluhan tersebut. Meski demikian, Husni menegaskan jika masyarakat hendak melaporkan terkait pungli atau pelayanan petugas yang tidak ikhlas bisa melaporkan ke Kemenag Surabaya secara langsung.

“Mau lapor ada petugas “nakal” minta uang atau gak melayani tulus iklas bisa langsng datang ke kantor Kemenag,” tegasnya.

Perlu diketahui, Apriska warga Karang Lilang Surabaya sebelumnya mengalami bencana kebakaran di rumah tinggalnya. Akibat dari kebakaran tersebut, surat nikah terbakar dan hendak membuat duplikatnya di KUA Karang Pilang.

Hanya saja, meski terpampang jelas pengurusan surat nikah Rp 0, petugas pelayanan pembuatan surat nikah meminta uang Rp 250 ribu. Walhasil Apriska pun langsung pulang denga blangko kosong karena kecewa ada permintaan pungli Rp 250 ribu.

Setelah pulang, Apriska lantas “berkicau” di twitter tentang adaya praktik pungli di KUA Karang Pilang. Twittan tersebut menuai respon para nettizen dan dibagikan sampai Kementerian Agama, Lukman Hakim merespon kejadian pungli di KUA Karang Pilang Surabaya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar