Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Imbas Banjir Rob di Gresik, Bocah Balita Dipatok Ular

Anak-anak sedang bermain air

Gresik (beritajatim.com)– Imbas banjir rob yang menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Ujungpangkah, Bungah, Manyar dan Gresik serta Pulau Bawean menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Selain itu, dampak dari kejadian alam ini membuat seorang balita yang bernama Aina Talita (6) asal Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, dipatok ular air.

Banjir rob tersebut terjadi pada 22 Mei 2022 mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Akibatnya, ratusan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan tambak tergenang air laut setinggi 20 hingga 40 centimeter. “Puncaknya 22 Mei 2022 tapi saat ini sudah surut dan masyarakat sudah menjalankan aktivitas seperti biasa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito, Kamis (26/5/2022).

Mengenai balita yang dipatok air saat banjir rob, lanjut Tarso, bermula korban bermain air bersama teman-temannya di depan rumah. Tiba-tiba korban menangis, setelah dilihat, ternyata kaki korban ada bekas gigitan ular. “Korban segera dibawa ke RS Sekapuk dan mendapat perawan medis. Setelah menjalani rawat jalan, korban sudah diperbolehkan pulang. Saat ini sudah beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Tarso menambahkan,  BPBD Gresik terus memonitoring pasang surat air laut, atau banjir rob dengan berkordinasi BMKG Surabaya. Kendati masih dalam level batas aman, dirinya mengimbau masyarakat yang tinggal di pinggir pantai tetap waspada. “Saya mengimbau masyarakat tetap waspada karena banjir rob bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” imbuhnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar