Peristiwa

Ikut Demo Tolak Omnibus Law, Pelajar SMA Mewek Ditangkap Polisi

Kediri (beritajatim.com) – Aparat gabungan dari Polresta Kediri, TNI dan Satpol PP melakukan sweeping terhadap peserta aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Dari sweeping tersebut, petugas mengamankan sejumlah pelajar SMA sederajat.

Pemeriksaan dilakukan petugas sewaktu peserta aksi berada di titik kumpul Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kediri. Satu persatu peserta diperiksa barang bawaannya untuk mencegah adanya benda-benda berbahaya seperti sajam.

Ternyata dari sweeping itu ditemukan tiga orang pelajar SMA sederajat yang hendak ikut aksi. Mereka mengenakan celana abu-abu, seragam sekolah. Ironisnya, salah satu pelajar kedapat membawa cairan yang disebut spiritus di dalam tasnya.

“Ini apa, kamu bawa apa?” tanya petugas sembari menggeledah isi tasnya. “Itu spiritus, pak,” jawab pelajar yang mengaku dari Banjaran, Kota Kediri itu sambil menangis ketakutan. Cairan terbungkus plastik yang dibawa pelajar tersebut diduga minuman keras yang mengandung bahan alkohol.

“Saya takut dikeluarkan dari sekolah pak,” imbuh pelajar SMA itu. Petugas kemudian mengamankan ketiganya. Mereka digiring ke Markas Polresta Kediri.

Pantauan beritajatim.com di lapangan menyebutkan, aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law ini dilakukan oleh puluhan massa yang mengatasnamakan diri Afiliasi Sekartaji. Sasaran aksi ke Gedung DPRD Kota Kediri. Sementara itu, aparat gabungan telah melakukan penjagaan.

“Untuk pelajar SMA dan SMK memang ada larangan dari sekolahnya masing-masing. Oleh karena itu, mereka kita amankan. Kita mintai keterangan,” ujar Kabag Ops Polresta Kediri Kompol Abraham Sisik. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar