Peristiwa

Ikatan Keluarga Banyuwangi Diminta Tidak Mudik

Banyuwangi (beritajatim.com) – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi terus menggeber sejumlah langkah untuk mengantisipasi kedatangan para pemudik.

“Forpimda yang tergabung dalam Gugus Tugas terus mengantisipasi lonjakan pemudik,”

“Tapi tentu kami berharap teman-teman Banyuwangi di luar daerah menunda mudik. Keluarga besar Ikatan Keluarga Banyuwangi atau Ikawangi yang tersebar di banyak kota, mohon jangan mudik dulu demi keluarga di kampung halaman,” ungkap Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 yang juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Posko Gugus Tugas, Jumat (18/4/2020).

Anas menambahkan, para pemudik yang datang wajib melakukan isolasi 14 hari, baik secara mandiri di rumahnya maupun di 234 rumah isolasi yang tersebar di berbagai desa dengan pemantauan dari petugas kesehatan di Puskesmas.

“Garda terdepan pencegahan virus corona ini bukan lagi aparat, tapi masyarakat. Kuncinya harus disiplin, jangan menyepelekan. Semua harus punya kesadaran. Kalau datang ke Banyuwangi, harus isolasi,” terang Anas.

“Semakin semuanya disiplin, semakin cepat pula pandemi berakhir, dan kita bisa semua menata langkah untuk memperbaiki ekonomi. Tapi kalau banyak yang tidak disiplin, pandemi semakin lama, pasien bisa semakin banyak, ekonomi akan kian terpukul,” imbuhnya.

Anas menambahkan, pengawasan di areal perbatasan terus diperketat. Pos pantau yang berada di Wongsorejo (perbatasan wilayah utara) dan Kalibaru (perbatasan wilayah selatan) terus disiagakan. “Selama 24 Jam posko pemantauan ini terus disiagakan untuk memantau pendatang dari luar kota,” ungkap Anas.

Tak terkecuali sejumlah pintu masuk yang diakses dengan transportasi umum. Seperti stasiun kereta api, bandara, pelabuhan penyeberangan, termasuk juga pelabuhan barang dan pelabuhan tradisional. “Bersama Kapolresta, Dandim dan Danlanal, kita terus patroli untuk memastikan daerah perbatasan ini steril dari pintu masuk Covid-19,” jelas Anas.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan petugas kepolisian siap mendukung kegiatan antisipasi gelombang mudik. Babinsa dan Bhabinkamtibmas masing-masing desa akan  melakukan pendataan secara ketat. Para pemudik wajib melakukan isolasi 14 hari. “Itu lebih kepada jemput bola. Ini salah satunya adalah yang paling penting dalam sistem cegah orang mudik, cegah orang keluar ataupun cegah dari,” ujarnya.

“Selain itu pengetatan di mulai dari pintu masuk yang di mana ada sembilan pos bahkan kita akan menambah pos tersebut pada stasiun stasiun pelayanan yang berhubungan dengan pergerakan orang,” kata Kapolresta.

Sementara itu, Danlanal Banyuwangi pengetatan pemudik yang lewat pelabuhan juga akan dipantau ketat. Bersama dengan kepolisian, TNI akan melakukan pendataan lengkap. Termasuk pemeriksaan dengan thermo gun dan penyemprotan disinfektan.

Selain itu, pengetatan pelabuhan rakyat juga dilakukan. Ini mengantisipasi masyarakat yang dimungkinkan lewat jalur tikus atau pelabuhan kecil. “Tidak hanya di penyeberangan tetapi juga yang dari tol laut yakni pelabuhan Tanjungwangi. Kan kita tidak tahu kondisi mereka di sana bagaimana. Pelabuhan rakyat juga. Kita akan melakukan melakukan patroli laut tim gabungan kita laksanakan rapid test secara acak,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar