Peristiwa

Ibu Terima Telepon, Anak Kecebur Got, Dicari Sehari Belum Ketemu

Foto Nasril (5) balita yang kecebur got di Asemrowo, Surabaya, Sabtu (3/4/2020) malam hingga Minggu (4/4/2020) siang inj belum ditemukan.(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Teledor tak mengawasi sang anak, Rodyah (22) tertunduk lesu karena kehilangan anak balitanya, Sabtu (3/4/2020). Nasril (5) ini hilang usai kecebur saluran drainase atau got di Jalan asem Mulya, Asemrowo, Surabaya.

Anak pertama dan satu-satunya bersama sang suami bernama Saipul (23) ini pun hanya tinggal kenangan. Menurut Fitri (25) tetangga korban, saat itu hujan lebat selama dua jam lebih. Ibu dan anak ini pun pergi hendak membeli pulsa. Kejadian tersebut terjadi berkisar pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

“Jarak kios pulsa dengan rumahnya sekitar satu kilometer. Mereka tadinya berjalan bergandengan. Tapi tangan ibu dan anak itu terlepas usai sang ibu dapat panggilan telepon. Padahal, jalan raya masih basah dan ada genangan air. Sehingga lubang got (drainase, red) pun tak nampak jelas,” katanya kepada beritajatim.com, Minggu (4/4/2020).

Tak berselang lama, sang ibu yang sibuk mengoperasionalkan ponsel pintar ini pun kaget. Anak lelaki balitanya tercebur saluran dan dengan cepat menghilang karena keseret arus deras air drainase.

Teriakan minta tolong pun terlontar jelas. Warga sekitar tak lama kemudian berkerumun turut mencari Nasril anak kelas dua Sekolah Dasar ini. Warga juga langsung memanggil nomor darurat 112 untuk maporkan kejadian ini.

“Tak berselang lama petugas datang dan bersama warga mencari korban. Tapi sampai sekarang (Minggu 4/4/2020) siang korban belum ditemukan. Pihak keluarga, masyarakat, petugas membantu mencari. Bahkan dilakukan pembongkaran beton penutup saluran menggunakan alat berat,” lanjutnya.

Tak hanya alat berat datang membantu. Bahkan mobil Dinas Pemadam Kebakaran juga dikerahkan untuk menyedot air. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi debet air yang tinggi dan diharapkan membuat pencarian korban lebih mudah.

Kepala Bidang Operasional Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Bambang Vistadi menjelaskan, ada mobil damkar yang diterjunkan. Tak hanya itu, petugas juga dikerahkan untuk membantu pencarian korban. Sedangkan mobil pemadam yang diterjunkan ada dua mobil ukuran besar dan dua alat berat untuk membongkar beton jalan.

“Korban belum ditemukan dan kita masih upayakan mencari. Pencarian sudah dilakukan sekitar 12 jam lebih. Kita doakan semoga segera ketemu,” katanya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar