Peristiwa

Ibu-ibu Curi Emas Terekam Camera CCTV

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang ibu terekam camera Closed Circuit Television (CCTV) di sebuah toko emas di Jalan Majapahit Kota Mojokerto saat mengambil emas milik pembeli. Aksi tersebut terjadi pada Minggu (3/2/2019) sekira pukul 19.30 WIB.

Kepala Pengawas Toko Emas Wahyu Redjo, Suyianah mengatakan, aksi tersebut terjadi antara pembeli dan penjual toko emas. “Ini antara customer sama customer, jadi toko tidak tanggungjawab. Yakni sebuah cincin emas putih,” ungkapnya, Senin (4/2/2019).

Masih kata Suyianah, saat itu keduanya sedang bertransaksi di toko emas Wahyu Redjo. Korban yang diketahui bernama Putri warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto baru saja membeli sebuah gelang dan cincin. Setelah membeli gelang dipakai, sementara cincin tertinggal di atas etalase.

“Korban itu, kemudian ke bangku karena anaknya rewel. Di sebelah korban ada ibu-ibu pakai helm, gendong anak kecil usia sekitar 3 tahun dan satu lagi kira-kira SD. Dia jual emas, nah cincin korban yang tertinggal di atas etalase diketahui anaknya yang besar kemudian ditunjukan ke ibunya,” katanya.

Oleh pelaku yang diketahui dari kwitansi penjualan emas dengan nama Siti warga Desa Wonosari, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto diambil, dipakai dan pergi. Korban yang menyadari jika cincinnya belum ada di korban menanyakan ke karyawan toko.

“Korban ngotot kalau cincinnya belum diserahkan kemudian saya tunjukkan camera CCTV, sudah diserahkan dan ternyata tertinggal di atas etalase kemudian diambil ibu-ibu yang ada di sebelahnya. Orangnya tidak protes karena sudah kami tunjukkan camera CCTV, yang ambil ya sudah pergi,” katanya.

Suyianah menambahkan, cincin emas putih yang diambil pelaku tersebut dengan berat 3 gram seharga Rp 1,7 juta. Sehingga korban hanya membawa gelang emas putih seberat 10 gram seharga Rp 5.175.000. Karena bukan tanggungjawab toko sehingga korban tidak bisa menuntut.

“Prosedurnya memang, pembeli ditanya nama dan alamatnya sehingga kami tahu nama korban maupun pelaku. Tapi alamatnya tidak lengkap hanya desa, kecamatan dan kabupaten. Untuk nomor telepon ada tapi kami tidak tahu apa benar nomor telepon asli,” ujarnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar