Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ibu dan Anak Korban Kecelakaan Bus Pariwisata PO Ardiansyah Dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya

Mojokerto (beritajatim.com) – Ibu dan anak korban kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah pelat nomor W 7322 UW yang dirawat di RS Gatoel Kota Mojokerto dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya, Rabu (18/5/2022). Keduanya atas nama Nailatul Istiada (28) dan Syakila (5).

Ibu dan anak ini dijemput petugas salah rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggunakan mobil ambulans. Usai memastikan keduanya siap dipindah, keduanya dijemput dari ruang Flamboyan oleh petugas RSUD Bhakti Dharma Husada bersama RS Gatoel dan diantarkan ke mobil ambulans yang sudah menunggu di halaman lobi.

Warga Kelurahan Benowo RT 002 RW 002, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya ini dimasukkan ke satu mobil ambulans. Syakila dimasukkan menggunakan tandu, sementara sang ibu dengan kondisi lebih baik bisa duduk di kursi ambulans.

Teman suami korban, Imam Rifai (48) mengatakan, keduanya dipindah ke RSUD Bhakti Dharma Husada dengan alasan lokasi RS yang lebih dekat tempat tinggal keluarga.

“Ya supaya lebih untuk menjenguknya. Alhamdulillah sudah ada perkembangan yang signifikan. Sama (kondisi anak),” ungkapnya.

Imam mengatakan kondisi keduanya sudah lebih baik setelah menjalani operasi. Sehingga petugas menilai sudah cukup aman dipindahkan ke rumah sakit di Kota Surabaya.

Baik Naila dan putrinya, sama-sama mengalami luka pada tangan kanan. Sementara suami dan ayah korban, Ainur Rofiq (35) meninggal dunia dalam kecelakaan.

Kakak ipar korban, Mustofa (58), menambahkan berdasarkan permintaan Wali Kota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur, semua korban kecelakaan di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+200/A dirawat ke rumah sakit di Kota Surabaya.

“Itu anjuran dari Pak Wali Kota dan Ibu Gubernur. Lebih dekat dengan keluarga juga dan masalah biaya di-back-up oleh pemerintah. Patah tangan sebelah kanan, anaknya juga patah tangan sebelah kanan. Ini adik saya, adik saya yang laki-laki. Iya (meninggal), belum tahu istrinya,” katanya.

Mustofa menambahkan, jika ada psikolog yang disiapkan Pemkot Surabaya untuk kedua korban. Ini untuk trauma healing kedua korban yakni proses penyembuhan setelah trauma yang dialami akibat kecelakaan tunggal pada, Senin (16/5/2022) kemarin.

Dengan dirujuknya dua pasien di RS Gatoel tersebut, saat ini di rumah sakit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X ini masih merawat satu pasien korban kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Ardiansyah tersebut. Yakni Nazwi Dwi (13) yang masih berada di ruang ICU RS Gatoel Kota Mojokerto. [tin/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar