Peristiwa

HUT Bhayangkara, PC PMII Mojokerto Aksi Protes Maraknya Galian C Ilegal

Aksi PC PMII Mojokerto di depan Mapolres Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto melakukan aksi di depan Mapolres Mojokerto. Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 ini, para aktivis ini memprotes terkait banyaknya tambang galian C di Kabupaten Mojokerto.

Dengan membawa berbagai poster tuntutan dan bendera, puluhan masa melakukan orasi di depan Mapolres Mojokerto di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Tampak sejumlah aparat kepolisian mengawal ketat aksi mereka, Rabu (1/7/2020).

Karena di tengah pandemi Covid-19, aksi mereka pun tak diperbolehkan sehingga puluhan massa meninggalkan lokasi. Namun mereka mengancam akan kembali melakukan aksi di lain waktu dengan masa yang cukup banyak dengan tuntutan serupa yakni maraknya galian C di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Sekertaris PC PMII Mojokerto, Dwi Yulianto mengatakan, aksi kali bisa dikatakan sebagai hadiah di moment HUT Bhabinkam ke-74. “Aksi kali ini, kami fokus tentang galian ilegal Cukup yang menjamur di Kabupaten Mojokerto dan kami berharap pihak kepolisian agar segera ada penyikapan,” ungkapnya.

Masih kata Dwi, sejak dua bulan terakhir banyak bermunculan galian C yang diduga ilegal di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Diantaranya di Kecamatan Gondang dan Jatirejo. Namun pihaknya berjanji akan mengawal galian C ilegal tersebut.

“Ada sekitar lima lebih galian baru yang telah kita ketahui diantaranya ada di Kecamatan Gondang, Jatirejo dan Desa Seketi serta Desa Wiyu. Tapi karena kita mendapatkan info tidak boleh membuat kegiatan sehingga kita memilih menunda dan akan melakukan aksi lain waktu. Kami akan terus mengawal dan melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Ini dilakukan lantaran diduga banyak galian C ilegal di wilayah Kabupaten Mojokerto yang harus segera ditangani. Karena banyaknya galian C ilegal akan berdampak langsung terhadap lingkungan dan berkurangnya ladang milik para petani. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat audensi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga yang ikut aksi, Sumartik mengatakan, banyaknya galian C yang menjamur di Kabupaten Mojokerto khususnya di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang sudah membuat resah warga. Terlebih munculnya galian-galian baru yang diduga tak memiliki izin.

“Kita hanya berharap agar pihak berwajib segera turun tangan mengatasi permasalahan ini, sebab ini sangat berimbas pada warga. Sungai menjadi keruh, sumur yang mengaliri ke rumah warga kering hingga berimbas pada hasil pertanian,” tegasnya. [tin/but]






Apa Reaksi Anda?

Komentar