Peristiwa

Huntara Bagi Korban Gempa di Malang Butuh Rp 500 Ribu per Unit

Malang (beritajatim.com) – Pendirian tenda darurat untuk hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa di Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini, bisa jadi alternatif pemerintah mewujudkan rumah sementara bagi pengungsi korban gempa.

Namun, minimnya bantuan material bahan bangunan seperti kayu dan bambu, membuat tim relawan bencana juga tak mudah mewujudkannya. Padahal, jika dihitung nilai ekonomis, Huntara ini hanya butuh dana Rp 500 ribu saja.

Meskipun hanya digunakan untuk sementara, pendirian Huntara ini tidak boleh dilakukan asal-asalan. Mengingat, huntara ini diproyeksikan untuk dapat bertahan digunakan hingga waktu 7 bulan ke depan. Hal itu juga karena belum dapat dipastikan bantuan dari pemerintah kapan akan didistribusikan.

Saat ini, sudah ada dua unit huntara dari tenda yang didirikan di desa ini. Konstruksinya sangat sederhana. Hanya dari terpal yang disangga dengan kayu atau bambu. Hanya butuh sekitar Rp 500 ribu per unit untuk kayu dan paku. 1 unit huntara bisa digunakan hingga 3 keluarga.

“Makanya baru dibangun dua unit. Karena masih kurang logistik kayu untuk tiang penyangga. Kalau terpal sudah ada bantuan. 1 unit huntara, butuh sekitar 4 terpal atau tenda. Jadi sekarang untuk kebutuhan kayu dan paku, kira-kira per unitnya masih memerlukan Rp 500 ribu. Itu yang kami tidak ada,” ujar Pengendali Posko Relawan Dusun Krajan Desa Majangtengah Keamatan Dampit, Suliyono, Senin (19/4/2021).

Sedangkan untuk personelnya, saat ini sejumlah relawan yang sempat ditugaskan di posko relawan Dusun Krajan, Desa Majangtengah, juga ada yang sudah ditarik mundur.

“Karena memang ada tugas dan kewajiban yang harus dituntaskan. Baik dari TNI atau relawan lain yang juga punya pekerjaan lain dan itu harus di dahulukan. Intinya, kami butuh tenaga sukarelawan yang ahli dibidang bangunan,” tegas Suliyono.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat yang turut menjadi korban gempa bisa bersabar. Hal itu juga mengingat wilayah di Kabupaten Malang yang terdampak gempa juga tersebar.

Sedangkan di Dusun Krajan Desa Majangtengah sendiri, setidaknya ada 453 bangunan rumah yang rusak. Dengan rincian 250 rumah rusak ringan, 115 rusak sedang dan 62 rusak berat.

“Yang kami prioritaskan memang yang rusak ringan dan sedang. Karena kabarnya (rumah) yang rusak berat akan dapat bantuan. Sedangkan kalau hingga hari kelima pasca gempa, itu targetnya memang yang rusak berat. Termasuk 14 rumah yang beresiko dan akhirnya harus dirobohkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, wilayah terdampak gempa di Kabupaten Malang tersebar di 32 kecamatan.

Rincian kerusakannya yakni 8.360 unit rumah, 222 unit bangunan sekolah, 23 unit fasilitas kesehatan (faskes), 210 rumah ibadah dan 45 unit fasilitas umum (fasum) lain. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar