Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Human Error, Faktor Utama Meningkatnya Kecelakaan di Mojokerto

Kecelakaan lalu-lintas dengan korban meninggal dunia yang terjadi di wilayah hukum Polresta Mojokerto. [Foto : dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Angka kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polresta Mojokerto cukup tinggi. Sejak awal tahun, tercatat 48 kecelakaan lalu-lintas dengan korban meninggal sebanyak 10 orang. Faktor utama kecelakaan itu karena human error.

Data Satlantas Polresta Mojokerto menyebutkan, mulai 1 Januari 2022 sampai tanggal 16 Februari 2022, tercatat ada 48 kejadian kecelakaan lalu-lintas. Dari 48 kejadian tersebut, sebanyak 39 kejadian terjadi pada Januari dan sembilan kejadian selama setengah bulan ini.

Sebanyak 48 kejadian tersebut menyebabkan 10 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat serta 50 orang mengalami luka ringan. Faktor utama terjadinya kecelakaan lalu-lintas dipicu human error atau kesalahan manusianya dan perilaku melanggar peraturan lalu-lintas.

“Misalnya, tidak mematuhi rambu lalu-lintas hingga kebut-kebutan di jalan yang menyebabkan human error dan terjadi kecelakaan. Kami minta agar masyarakat untuk lebih patuh aturan lalu-lintas,” ungkap Kasi Humas Polresta Mojokerto, Iptu MK Umam, Kamis (17/2/2022).

Menurutnya, perilaku tertib lalu-lintas dinilai dapat menekan tingkat fatalitas kecelakaan. Kasus kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polresta Mojokerto sering terjadi di jalur nasional.

“Seperti Jalan By Pass dan jalur provinsi sepanjang utara Sungai Brantas. Ini karena padatnya volume kendaraan yang segaris lurus dengan risiko kecelakaan lalu-lintas. Di dua jalur ramai ini, kecelakaan maut kerap menimpa para pengendara motor yang mendahului kendaraan besar dari sisi kiri,” jelasnya.

Kondisi tersebut, membuat pengendara hilang kendali hingga akhirnya terlindas kendaraan besar tersebut. Selain menimbulkan banyak korban, kasus kecelakaan lalu-lintas juga mempunyai kerugian material yang tidak sedikit. Hingga pertengahan bulan Februari, kerugian material mencapai Rp52.500.000.

“Penyebab kerugian itu berasal dari kerusakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu-lintas. Sejumlah upaya antisipasi kecelakaan lalu-lintas terus dilakukan, mulai preventif seperti sosialisasi hingga bersifat represif berupa razia rutin terhadap pelanggar lalu-lintas,” tuturnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertiban pengguna jalan dalam berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Data Satlantas Polresta Mojokerto mencatat, tahun 2021 tercatat terjadi 357 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa mencapai 53 orang.

Satu orang luka berat serta 395 orang luka ringan. Kerugian material pun ditaksir mencapai Rp586.150.000. Jumlah kecelakaan lalu-lintas pada tahun 2021 tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 342 kejadian. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar