Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Hujan Deras Lagi, 2 Kecamatan Laren Lamongan Diterjang Banjir

Banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Banjir di Kabupaten Lamongan masih saja berlanjut. Selain melanda kawasan Bengawan Njero dan kawasan Kali Asin di pantura Lamongan, banjir juga menerjang kawasan di Kecamatan Laren akibat meluapnya Waduk Jajong.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, banjir ini disebabkan oleh hujan deras atau berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat hingga berakibat terhadap naiknya debit air di Waduk Jajong yang tak berpintu dam.

Sehingga, waduk tersebut meluap dan menggenangi 2 (dua) desa di Kecamatan Laren. Dua desa tersebut yakni Desa Bulubrangsi dan Desa Godog.

“Volume air yang besar mengakibatkan luapan di sepanjang aliran irigasi di Desa Godog dan mengarah ke desa Bulubrangsi sampai dengan kali Banayar dan Sungai Pajang hingga bermuara di Bengawan Solo,” ujar Kabag Prokopim Lamongan Arif Bachtiar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/3/2022).

Banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Imbas banjir ini, Arif menambahkan, sebanyak lebih kurang 60 rumah warga di dua desa tergenang banjir, dengan ketinggian air mencapai 10 cm hingga 15 cm. Bahkan, banjir juga merendam jalan desa, lahan pertanian, dan fasilitas umum lainnya dengan ketinggian air antara 40 cm hingga 60 cm.

“Banjir akibat luapan waduk ini juga merendam sekitar 25 hektar lahan pertanian padi yang baru berusia 3 bulan dan juga merendam tambak di 2 desa ini,” terang Arif.

Meski saat ini banjir masih menggenangi rumah warga dan jalan desa, Arif menjelaskan, namun air banjir sudah berangsur surut. Selain itu, menurut Arif, BPBD Lamongan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan terkait dampak yang ditimbulkan.

“BPBD Lamongan telah melakukan assesment di lokasi kejadian serta melakukan pendataan dampak yang ditimbulkan. BPBD juga berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Laren untuk penanganan tindak lanjut,” jelasnya.

Lebih jauh, Arif mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Hal itu lantaran ancaman kejadian bencana susulan, khususnya curah hujan tinggi masih bisa terjadi di hari berikutnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati. Apalagi saat curah hujan di Lamongan sedang tinggi,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar