Peristiwa

Hujan Deras, Jembatan Antar Dusun di Mojokerto Putus

Kondisi jembatan di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras yang menguyur di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto menerjang sebuah jembatan di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Minggu (27/12/2020). Jembatan penghubung antar dusun tersebut putus.

Akibatnya, warga harus memutar sekitar 4 KM. Pasalnya, jembatan tak bisa dilakukan baik kendaraan maupun pejalan kaki. Tak hanya membuat jembatan penghubung antar dusun putus, luapan Kali Grenjeng anak Kali Lamong juga membuat tanaman padi milik petani terendam air banjir.

Salah satu warga, Sadi (53) mengatakan, hujan menguyur Desa Suru sekitar dua jam. “Kemarin hujan jam 6 sampai 8 malam. Hanya 2 jam tapi air tinggi, setinggi tanaman jagung jadi jembatannya tidak kelihatan,” ungkapnya, Senin (28/12/2020).

Masih kata Sadi, jembatan penghubung antar dusun tersebut diketahui putus, Minggu malam. Tanggul penahan di pinggir jembatan yang terbuat dari tumpukan sak berisi pasir ikut terbawa arus sungai. Dari pantauannya, dari 100 sak untuk tanggul menyisahkan 15 sak saja.

“Jembatan ini, ada 20 tahun. Baru kali ini kondisinya seperti ini, ya ini air dari Kali Lamong karena ini anak sungai Kali Lamong. Kalau jembatan putus ya terpaksa warga memutar, kalau lewat Jatirowo, Warugunung ada 4 KM, kalau dari Baderan ada 3 KM. Tanaman padi ini umur 1,5 bulan,” katanya.

Akibat hujan deras yang menguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto tersebut tak hanya memutuskan jembatan antar dusun di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, namun juga menyebabkan banjir di empat desa yang ada di dua kecamatan.

Yakni Dusun Bantengan dan Dusun Kaliasih Desa Bendung serta Dusun Bendo Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis. Sementara di Kecamatan Dawarblandong, banjir merendam Dusun Pulo, Dusun Klanting dan Dusun Beru di Desa Pulorejo serta Dusun Banyulegi, Dusun Ngarus dan Dusun Glagah di Desa Banyulegi. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar