Peristiwa

Hujan Deras 4 Jam, Ruas Jalan Penghubung di Ngebel Ponorogo Ambles

Ruas jalan penghubung Desa Wates dengan Desa Ngrogung ambles.(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras dengan waktu yang cukup lama, membuat ruas jalan desa yang menghubungkan Desa Wates Kecamatan Jenangan dengan Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel longsor. Sehingga membuat jalan itu sempat terputus, dan saat ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja.

Kepala Desa Wates Munaji mengungkapkan hujan yang berlangsung selama 4 jam, membuat sungai Asin yang berada di tepi jalan tersebut banjir. Sehingga aliran sungai yang deras juga ikut membawa pohon di sekitar jalan. Alhasil, akar pohon yang berada di dalam tanah itu merusak talud yang ada ditepi jalan. Sehingga dengan ambrolnya talud itu, jalan itu ikut ambles dengan panjang kurang lebih 15 meter dan lebar 1,5 meter.

“Kejadiannya ini kemarin sore. Akibatnya jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda 4. Mereka yang dari Desa Wates atau Desa Ngrogung harus putar balik,” kata Munaji, Jumat (3/4/2020).

Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, diseputaran jalan yang longsor tersebut, oleh warga dipasangi pagar dari bambu. Selain itu di pos jalan masuk jalur tersebut juga dipasangi pemberitahuan jika kendaraan roda empat dilarang lewat. Dengan ambrolnya ruas jalan tersebut, warga yang memakai kendaraan roda empat harus menempuh 3 kilometer lebih panjang lewat jalan alternatif, baik itu yang dari Desa Wates ke Desa Ngrogung maupun sebaliknya.

“Ruas jalan yang menghubungkan Desa Wates dengan Desa Wagir Lor juga mengalami hal yang sama, ambrol karena longsor,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak Pemdes Wates, kata Munaji sudah melaporkan ke Pemkab. Dari pihak BPBD Ponorogo, Polsek dan Koramil Jenangan sudah mengecek keadaan jalan tersebut. Dia berharap, ruas jalan yang ambrol ini segera bisa diperbaiki oleh dinas terkait. “Semoga cepat diperbaiki, supaya roda perekonomian desa bisa lancar,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar